Forum ASEAN di UKDW Soroti Kepemimpinan Perempuan
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
Acara Keroncong Plesiran yang diselenggarakan di panggung terbuka Embung Gunung Api Purba Nglanggeran di Kalurahan Nglanggeran, Patuk, Sabtu (10/9/2022)-Ist/Dinas Pariwisata DIY
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Keroncong Plesiran volume enam digelar di panggung terbuka Embung Gunung Api Purba Nglanggeran, Desa Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (10/9/2022). Event ini tak hanya untuk pencinta musik kerocong, tapi juga sebagai upaya membangkitkan pariwisata DIY setelah terdampak pandemi Covid-19.
Ajang ini menampilkan klub music Simphony Kerotjong Moeda yang terdiri dari 60 musikus muda. Selain itu, juga didukung oleh penyanyi nasional seperti mantan vokalis Naif Band, David Bayu; Tompi; Boris Sirait, Okky Kumala, Danilla dan Tyok Satrio.
Meski gerimis turun tak menghalani antusiasme penonton untuk menonton dari awal hingga acara berakhir. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singging Raharjo mengatakan, terselenggara berkat kerja sama dari berbagai pihak mulai dari Pemerintah DIY, Pemkab Gunungkidul hingga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
“Acara berlangsung dengan sukses,” kata Singgih kepada wartawan, Sabtu malam.
Menurut dia, sesuai dengan nama dari kegiatan Keroncong Plesiran, maka event ini diselenggarakan secara bergantian di seluruh wilayah DIY. “Sebelumnya ada di Bantul, kemudian sekarang di Gunungkidul dan selanjutnya digelar secara bergiliran di seluruh wilayah DIY,” katanya.
Singgih berharap pada even ini tidak hanya untuk melepas kerinduan bagi pecinta musik keroncong. Namun demikian, harapannya juga bisa menjadi moment membangkitkan pariwisata DIY yang sempat terdampak pandemi, khususnya untuk wisata malam, serta perekonomian masyarakat.
“Tentunya ada semangat kebangkitan dan pecinta keroncong juga ikut plesiran karena wilayah DIY sangat luas dan kaya akan potensi wisata,” katanya.
Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Edy Wardoyo mengatakan, event keroncong plesiran sangat berkesan karena berlangsung dengan luar biasa. Dia mengaku baru kali pertama berkunjung ke Nglanggeran.
“Ini menandakan event pariwisata maju dan membawa kebaikan bagi semuanya, termasuk pelaku UMKM,” kata Edy.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara konser keroncong Plesiran di Gunungkidul. Ia berharap kegiatan seni ini dapat diselenggarakan di destinasi wisata lainnya di Bumi Handayani.
Untuk konser kali ini, ia menilai pemilihan lokasi di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran sangat tepat. Destinasi wisata tersebut menjadi salah satu Desa Wisata Terbaik di dunia yang dikukuhkan oleh UNWTO pada tanggal 2 Desember 2021.
“Terimakasih kepada para fans keroncong karena ikut menggerakkan ekonomi kreatif. Semoga pariwisata Gunungkidul dan dan Provinsi DIY pada umumnya bisa bangkit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peran perempuan dalam memperkuat tata kelola iklim dan kebencanaan di kawasan ASEAN menjadi fokus pembahasan dalam 2nd Talking ASEAN and Regional Dialogue 2026
John Herdman berjanji membenahi Timnas Indonesia setelah gagal lolos semifinal Piala AFF 2026 dan menyiapkan skuad untuk FIFA ASEAN Cup.
PKB Kulonprogo menargetkan tujuh kursi DPRD pada Pemilu 2029, bertambah dua kursi dari perolehan saat ini. Konsolidasi mulai dilakukan.
Pasar modal Indonesia genap 49 tahun sejak diaktifkan kembali pada 1977. Sejarahnya ternyata telah dimulai sejak era kolonial Belanda.
Meta dikenai denda tambahan US$567 juta oleh pengadilan New Mexico terkait dampak platformnya terhadap anak dan remaja.
Bareskrim menyatakan dua berkas kasus PT Dana Syariah Indonesia P21. Polisi telah menyita aset senilai sekitar Rp425 miliar.