Advertisement
Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas
Peresmian Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Kemantren Umbulharjo, Jogja, Senin (12/9/2022). - Harian Jogja/Triyo Handoko
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) di Kemantren Umbulharjo, Jogja, diresmikan pada Senin (12/9/2022). Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM (Dinas Perinkopukm) Jogja berharap agar pelaku IKM di Jogja bisa naik kelas.
Peresmian ini juga menandai pendampingan dan penguatan IKM pada empat kelurahan di Umbulharjo oleh Dinas Perinkopukm Jogja. Kepala Dinas Perinkopukm Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menyebut masing-masing kelurahan memiliki IKM unggulannya. “Di Kelurahan Sorosutan ada alumunium, Tahunan ada batik jumputan, Pandeyan ada tempe, dan Giwangan ada abon nabati,” jelasnya.
Advertisement
Totok, sapaan akrabnya, menjelaskan di masing-masing kelurahan yang memiliki IKM minimal ada lima orang yang fokus berwirausaha pada produk yang sama. “Jadi di Umbulharjo ini sudah memenuhi syarat tersebut,” ujarnya.
BACA JUGA: Hentikan Kontrak, Pemda DIY Ambil Alih Aset Malioboro Mall & Hotel Ibis
Dinas Perinkopukm Jogja akan memberikan pendampingan semaksimal mungkin untuk setiap IKM agar terus berkembang. “Kami juga sudah memfasilitasi standardisasi IKM di Jogja dengan memberikan pendampingan sertifikasi halal dan konsultasi merek dagang serta kekayaan intelektual,” katanya.
Ketua Komisi B DPRD Jogja, Susanto Dwi Antoro, yang turut menghadiri peresmian tersebut mengatakan, pendampingan IKM oleh Pemkot Jogja harus ditingkatkan setelah peresmian tersebut. Pasalnya, syarat dasar IKM yang hanya lima pengusaha dalam satu kelurahan perlu ditingkatkan lagi supaya produksi lebih variatif.
“Misalnya di Pandeyan itu fokus tempe, jadi harus ada yang bisa mengolahnya jadi keripik, tempe kalengan, atau lainnya, supaya hasil produk meningkatkan nilai jual,” kata Antoro.
Ia juga berharap IKM ada integrasi dengan program-program kelurahan lain. “Misalnya dikolaborasikan dengan kampung wisata atau kelurahan budaya, supaya semua bisa berjalan berdampingan dan maksimal,” ujarnya.
BACA JUGA: Rejowinangun Dinobatkan Sebagai Desa Wisata Ramah Berkendara
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Prabowo Subianto Ultimatum Lembaga Penegak Hukum untuk Berbenah Diri
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Kunjungan di Breksi Diperkirakan Tak Seramai Tahun Lalu
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
Advertisement
Advertisement





