Advertisement

PKS Kulonprogo Gelar Aksi Penolakan Kenaikan BBM

Catur Dwi Janati
Selasa, 13 September 2022 - 03:37 WIB
Sirojul Khafid
PKS Kulonprogo Gelar Aksi Penolakan Kenaikan BBM Foto ilustrasi: Penyaluran BBM oleh Pertamina Regional Jawa Bagian Tengah. - Istimewa/Pertamina

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kulonprogo menyatakan sikap tegas untuk menolak kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga ini dinilai makin memperberat beban rakyat. Sebagai bentuk aksi penolakan, PKS Kulonprogo melakukan Flash Mob di depan Kantor DPTD PKS Kulonprogo.

Dihadiri puluhan kader PKS yang kader membentangkan spanduk dan banner penolakan kenaikan BBM, kegiatan ini disebut merupakan bagian dari aksi serentak pernyataaan sikap PKS di seluruh Indonesia. Ketua DPD PKS Kulonprogo, Suharmanta, menyoroti kenaikan harga BBM justru terjadi ketika harga minyak dunia tengah turun. Menurutnya hal ini sangat aneh sekali. Padahal dari pandangan Suharmanta ada beberapa opsi lain yang bisa diimplikasikan ketimbang menaikkan harga BBM.

"Opsi menunda proyek nasional yang belum prioritas juga masih ada, ketimbang menaikkan harga BBM yang akan mengorbankan rakyat," terangnya pada Sabtu (10/9/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

BACA JUGA: Penyaluran Bansos BBM di Kulonprogo Ditarget Rampung Pekan Ini

Suharmanta menegaskan bila PKS konsisten dengan sikapnya yakni bersama rakyat menolak kenaikan harga BBM. Bagi Suharmanta kebijakan ini sangat ironis, di tengah beban rakyat yang semakin berat justru ditambah berat dengan adanya kenaikan harga BBM ini.

"Kebijakan pemerintah pusat yang seperti kehilangan prioritas dalam pembelaan terhadap rakyat," katanya. "Semoga aksi serentak hari ini membuka mata dan hati pemerintah pusat untuk mengoreksi kebijakan yang tidak pro rakyat."

Ketua Fraksi PKS DPRD Kulonprogo, Hamam Cahyadi, menyampaikan sikapnya kepada para pengguna jalan yang melintas di kerumunan aksi. Ia menilai kenaikan BBM hanya akan memperberat beban rakyat yang berpotensi meningkatkan harga barang dan jasa yang lain. "Apalagi menaikan BBM pasti akan diikuti kenaikan harga lainnya. Sehingga akan menurunkan daya beli rakyat yg kemudian akan meningkatkan angka kemiskinan," tukasnya.

BACA JUGA: Tolak Ajakan Mabuk, Seorang Mahasiswa Dipukul di Kulonprogo

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Rabu, 5 Oktober 2022

News
| Rabu, 05 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement