PSEL Mundur ke 2028, Jogja Andalkan Gerakan Mas JOS Tekan Sampah
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Sejumlah alat berat mengerjakan penggalian TPST Transisi Piyungan, Senin (20/6/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan akan tutup pada Jumat (16/9/2022) dan Sabtu (17/9/2022) besok. Kepala UPTD Pelayanan Persampahan DLH Sleman, Rita Probowati, mengimbau warga Sleman untuk tidak membuang sampah sementara waktu.
Menurutnya, depo sampah hanya mampu menampung sampah maksimal sehari semalam. Jika warga tetap membuang sampah saat TPST Piyungan tutup, bau menyengat akan menguar karena lokasi depo tidak jauh dari rumah warga.
Warga diminta memilah sampah dan membuang residunya saja. Dengan demikian, volume sampah yang dibuang ke depo bisa berkurang.
Selama TPA Piyungan tutup, sekitar 200 orang yang bekerja sebagai petugas kebersihan akan memperbaiki dan memelihara kendaraan. Sleman, menurut Rita, memiliki 14 depo lahan.
"Kami minta pilah-pilah sampah, nanti hari Minggu baru buang," jelasnya.
Berdasarkan surat pengumuman No.658/05548 tentang Jam Pelayanan TPSI Regional Piyungan, penutupan ini dilakuklan untuk penataan dan pembuatan area unloading atau bongkar muat sampah.
BACA JUGA: Piyungan Kembali Tutup, Pemkot Jamin Tak Ada Penumpukan Sampah di Jogja
"Kami menutup pelayanan pada Jumat sampai dengan Sabtu. Tanggal 16-17 September 2022. Pelayanan akan dibuka kembali pada Minggu, 18 September 2022," tulis surat tersebut.
Salah satu warga Sleman, Suwati,33, mengatakan ini bukan kali pertama dia harus memilah sampah karena TPST Piyungan Ditutup.
"Penutupan TPA bukan kali ini saja, jadi sudah biasa juga memilah sampah," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan sampah Jogja diklaim terkendali meski proyek PSEL mundur ke 2028. Produksi 300 ton per hari ditekan lewat Gerakan Mas JOS.
Primbon Jawa menyebut Minggu Wage menjadi hari pantangan bagi weton Kamis Legi dan Kamis Pahing untuk acara penting.
Tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Telekomunikasi Sedunia. Berikut maknanya.
Beragam acara seru digelar di Jogja Minggu 17 Mei 2026, mulai wisata budaya, pameran seni, pesta buku hingga expo kendaraan listrik.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa