Advertisement

Piyungan Kembali Tutup, Pemkot Jamin Tak Ada Penumpukan Sampah di Jogja

Yosef Leon
Kamis, 15 September 2022 - 16:27 WIB
Budi Cahyana
Piyungan Kembali Tutup, Pemkot Jamin Tak Ada Penumpukan Sampah di Jogja Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Tempat Pembangunan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan selama dua hari ke depan pada Jumat dan Sabtu (16-17/9/2022). Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menjamin tidak ada penumpukan sampah yang meluber sampai ke jalan.

TPST Piyungan akan kembali ditutup untuk penataan dan pembuatan area bongkar muat. Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Jogja Haryoko mengatakan TPST Piyungan ditutup karena antrean truk pengangkut sampah beberapa hari terakhir mengular. Ini akibat proses pengurukan tanah yang terlambat. Mau tidak mau, aktivitas bongkar muat sampah di tempat itu diliburkan untuk sementara waktu. 

Namun, sampah dari Kota Jogja masih diperbolehkan dibuang ke TPST Piyungan. Menurut Haryoko, ada kesepakatan antara DLH Kota Jogja dan DLHK DIY. Sebab, armada pengangkut sampah milik DLH Jogja dimintai bantuan untuk mengangkut tanah uruk oleh DLHK DIY. Sebagai ganti, Pemkot Jogja meminta agar Jogja diperbolehkan mengangkut sampah ke Piyungan. 

"Kebetulan saja DLHK DIY minta bantuan kita untuk menguruk, jadi armada kami dikirim untuk bantu mereka. Kami ajukan syarat bahwa 10 unit yang ikut nguruk juga membawa sampah. Jadi 10 truk bisa mengurangi sampah yang di jalan supaya tidak ada penumpukan," katanya, Kamis (15/9/2022). 

Haryoko memastikan penumpukan sampah di jalan seperti yang terjadi pada Mei lalu tidak akan terjadi. DLH Kota Jogja telah menyebarkan informasi kepada warga dan perangkat RW agar selama dua hari ke depan sampah rumah tangga ditahan terlebih dahulu. Depo sampah yang berada di permukiman dipastikan akan penuh selama dua hari ke depan. 

"Dua hari nanti mudah-mudahan terkendali. 20 truk diperbolehkan mengangkut sampah. Tiap truk bisa  mengangkut empat ton sampah," kata dia. 

Berdasarkan catatan DLH Jogja, total sampah yang dihasilkan dari aktivitas warga Jogja sebanyak 260 ton per hari. Sementara jumlah ritase (satu kali proses bongkar muat) sampah dari Kota Jogja ke TPST Piyungan rata-rata 73 rit per hari. 

BACA JUGA: Jumat-Sabtu TPA Piyungan Tutup, Warga Sleman Diminta Tahan Buang Sampah

Lurah Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja, Akhmad Zainuri, mengatakan, setelah mendapatkan surat pengumuman mengenai penutupan TPST Piyungan, kelurahan langsung memberikan instruksi kepada warga dan pengurus bank sampah agar memaksimalkan pengelolaan sampah secara mandiri untuk sementara waktu. Warga pun diingatkan untuk menahan sampah sampai Piyungan beroperasi kembali pada Minggu 18 September mendatang. 

"Otomatis warga sudah menyesuaikan diri dengan menampung sampah sementara di rumah masing-masing," kata dia. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement