Advertisement

Kondisi Terkini Harga Pangan di Sleman, Cabai Melonjak, Telur Turun

Anisatul Umah
Kamis, 15 September 2022 - 16:37 WIB
Arief Junianto
Kondisi Terkini Harga Pangan di Sleman, Cabai Melonjak, Telur Turun Salah satu pedagang di Pasar Sleman Unit 1 menjajakan dagangannya, Kamis (15/9/2022). - Harian Jogja/Anisatul Umah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Harga pangan di Kabupaten Sleman saat ini terpantau masih tinggi untuk komoditas cabai dan telur turun.

Salah satu pedagang Pasar Sleman Unit 1 Parinem, 66, mengatakan semua harga cabai naik rata-rata Rp5.000 per kilogram (kg). Harga cabai keriting merah Rp60.000 per kg, cabai keriting hijau Rp35.000 per kg, cabai rawit Rp50.000 per kg, dan cabai hijau kecil Rp55.000 per kg.

"Semua cabai naik harganya, rata-rata kenaikannya Rp5.000 per kg," ucapnya ditemui di pasar, Kamis (15/9/2022).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Berdasarkan keterangan dari tempatnya kulakan tingginya harga cabai karena penyakit pada tanaman. Tingginya harga cabai ini menurutnya membuat daya beli masyarakat menjadi turun. "Kata tempat saya kulak karena penyakit. Saya kulakan ke Muntilan tiga hari sekali," paparnya.

BACA JUGA: Jumat-Sabtu TPA Piyungan Tutup, Warga Sleman Diminta Tahan Buang Sampah

Selain cabai bawang merah dan bawang putih jumah masih mahal. Saat ini bawang merah dijual Rp30.000 per kg dan bawang putih Rp26.000-28.000 per kg. "Sayur yang naik sawi, naik Rp2.000 yang lain sama aja. Telur turun Rp26.000 dari Rp28.000-Rp29.000 per kg," ungkapnya.

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman Nia Astuti mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) belum terlalu berdampak pada harga pangan. Sejauh ini masih terkendali. "Yang masih fluktuatif komoditas cabai. Kenaikan harga cabai bisa juga dipicu oleh cuaca," jelasnya.

Sementara untuk telur per 3 September 2022 sudah mengalami penurunan di angka Rp27.000. Setelah minggu-minggu sebelumnya di harga Rp30.000 per kg. "Terpantau masyarakat sedikit mengurangi jumlah belanja. BLT [Bantuan Langsung Tunai] membantu daya beli masyarakat," ujar dia.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemerintah Mau Bentuk Badan Usaha Milik Otorita IKN, Apa Kegunaannya?

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement