Kakak Beri Kode Kuat: Riko Simanjuntak Tetap di PSS Sleman Musim Depan
Kode dari keluarga Riko Simanjuntak memunculkan spekulasi kuat winger itu bertahan di PSS Sleman musim depan.
Pj. Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana menunjukkan logo terpilih sebagai logo Hari Jadi Kulonprogo ke-71 di Kulonprogo, Kamis (15/9/2022)./Istimewa-Kominfo Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hari Jadi Kulonprogo ke-71 semakin dekat. Sejumlah rangkaian acara terus dimatangkan menyongsong Hari Jadi Kulonprogo yang jatuh 15 Oktober 2022 nanti. Mengusung tema "Bangkit Bersama, Ekonomi Tertata, Sejahtera Tercipta", Pemkab Kulonprogo ingin hari jadi ke-71 ini bisa menjadi memontum masyarakat bangkit pasca pandemi Covid-19.
Salah satu rangkaian Hari Jadi Ke-71 diawali dengan Lomba Cipta Logo. Pj. Bupati Kulonprogo, Tri Saktiyana, menuturkan dengan waktu yang pendek dan seleksi yang ketat, akhirnya terpilih logo terbaik yang ada akan digunakan selama peringatan Hari Jadi Kulonprogo ke-71. Logo yang terpilih berbentuk panah berwarna hijau dan oranye yang disebutkan Tri syarat akan banyak makna.
"Kalau kami lihat logonya ini simpel banget tapi maknanya sangat bagus. Seperti panah, bisa kami maknai seperti panah, bisa kami maknai seperti pesawat yang akan tinggal landas juga bisa. Intinya di tahun ke-71 Hari Jadi Kulonprogo kami siap naik kelas. Kami siap terbang seperti panah yang melesat," tuturnya pada Kamis (15/9/2022).
Dari aspek warna logo, Tri memaknai warna hijau pada logo menunjukan kemakmuran, sedangkan warna oranye menunjukan semangat atau greget. Logo terbaik ini dipilih dari 817 karya yang masuk dari seluruh pelosok Indonesia.
BACA JUGA: Ditinggal Berjualan di Pasar, Kambing dan Ayam Milik Warga Kulonprogo Ini Disikat Maling
"Dengan logo 71 tahun Hari Jadi Kulonprogo ini merupakan penyemangat kami bersama yang akan menyatukan kami bersama sepeti anak panah melesat untuk kesejahteraan masyarakat Kulonprogo. Seperti temanya, Bangkit Bersama Ekonomi Tertata Sejahtera Tercipta," tandasnya.
Sekretaris Persatuan Wartawan Kulonprogo (PWK) sekaligus juri dalam Lomba Cipta Logo, Kuntadi, melihat adanya antusiasme yang tinggi dari peserta. Hal itu dapat dilihat banyaknya karya yang masuk dalam gelaran ini. Kuntadi menegaskan bila tim dewan juri dalam penilaiannya bekerja objektif melihat karya tanpa tahu siapa pembuat karya tersebut.
"Kami sama sekali tidak melihat satu per satu ini karya siapa, ini tidak tahu. Kami hanya diminta untuk melihat setiap karya ditampilkan dalam slide satu persatu. Dari situ kami akan nilai satu per satu, kami sisihkan kemudian ada beberapa kami penjurian bertahap. Sehingga kami jamin bahwa apa yang menjadi pemenang hari ini adalah yang sangat-sangat objektif karena kami tidak tahu siapa itu pemenangnya dan baru tahu tiga karya terbaik itu muncul," tegasnya.
Pj. Sekda Kulonprogo, Bambang Tri Budi Harsono, menambahkan bila filosofi logo berbentuk panah bisa menjadi representasi Kulonprogo bisa bangkit. "Harapan kami seperti ini, Kabupaten Kulonprogo bisa bangkit pasca pandemi Covid-19," tuturnya.
BACA JUGA: Lahan Warga Kulonprogo Terganggu Proyek Pengendali Banjir YIA, Warga Datangi Kontraktor
Dengan adanya berbagai pembangunan yang ada di Kulonprogo, seperti keberadaan YIA, bedah menoreh, kawasan industri, hingga jalan tol yang kedepannya akan dibangun diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kulonprogo. "Harapannya bisa memberikan daya ungkit untuk pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di Kulonprogo," ujarnya.
"Pembangunan Kulonprogo akan bisa tercapai perlu ada kerja sama, perlu ada peran dari berbagai komponen," tandasnya.
Beragam kegiatan akan digelar dalam rangka menyemarakkan Hari Jadi ke-71. Ada 28 kegiatan yang dalam menyongsong Hari Jadi Kulonprogo yang dimulai sejak 25 Agustus sampai 11 Desember nanti. Di antaranya beragam lomba, kegiatan sosial, acara kuliner, launching film, hingga pertunjukan seni budaya dan pariwisata. Rangkaian acara akan ditutup dengan gelaran Kulonprogo Expo pada 2-11 Desember nanti yang digadang-gadang menjadi pameran berskala nasional dan akan dimeriahkan juga dengan penampilan artis-artis nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kode dari keluarga Riko Simanjuntak memunculkan spekulasi kuat winger itu bertahan di PSS Sleman musim depan.
Penembakan saat perayaan 4 Juli di Brooklyn New York melukai 8 orang termasuk anak-anak, satu korban kritis. Polisi selidiki motif.
Awan panas guguran Merapi terjadi 5 Juli 2026 ke arah Kali Putih. Status masih Siaga, warga diminta jauhi zona bahaya.
BTS resmi dinobatkan sebagai tamu kehormatan di La Plata, Argentina, menjelang konser Oktober 2026 dan terus mendominasi tangga lagu global.
Transformasi Pokdarwis jadi koperasi diyakini mampu tingkatkan ekonomi desa wisata dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Libur sekolah memicu lonjakan wisatawan Lava Tour Merapi di Sleman. Banyak pengunjung tak kebagian jip karena seluruh armada telah dipesan lebih dulu.