Mahasiswa UGM Meninggal Saat Glamping di Posong, FIB Berduka
Mahasiswa UGM Bagas Amar Hakiki meninggal dunia saat glamping di Posong Temanggung. FIB UGM sampaikan duka dan tunggu hasil penyelidikan polisi.
Polisi mendatangi gerai yang menjadi lokasi pencurian, Jumat (16/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, KULONPROGO — Belasan unit ponsel di salah satu konter ponsel di Kapanewon Sentolo raib digondol maling. Pencuri membobol konter melalui atap kios, masuk lewat plafon dan menggasak belasan ponsel yang ditinggal di konter.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti pada Jumat (16/9/2022) menerangkan, konter ponsel bernama FA Cellular yang dibobol maling itu berlokasi di Kalurahan Salamrejo, Sentolo.
Dia menjelaskan, pencurian itu terjadi pada Rabu (14/9/2022) sekitar pukul 21.00 WIB, saat konter FA Cellular tutup. Semua pintu telah dikunci dan karyawan lantas pulang.
Namun, pada Kamis (15/9/2022) sekitar pukul 09.00 WIB, saat pemilik gerai, Andhika, 28, hendak membuka kiosnya, dia mendapati pintu etalase sudah dalam keadaan terbuka. Dia pun lantas mengecek sejumlah barang dagangannya yang ada dalam konter tersebut. Nahas, setidaknya 13 unit ponsel dagangannya telah raib.
BACA JUGA: Unggul dari 800 Karya Lainnya, Ini Makna Logo Hari Jadi Kulonprogo ke-71
Saat dilakukan pengecekan rekaman CCTV, terlihat pelaku masuk ke dalam konter pada Rabu, sekitar pukul 21.30 WIB atau 30 menit setelah konter ditutup. Pelaku diduga masuk dengan cara memanjat ke atap konter lalu membobol genteng kios. "Selanjutnya pelaku masuk ke dalam konter dengan membuka atap plafon," terangnya.
Setelah berhasil masuk ke dalam konter, pelaku lantas membuka etalase. Di situ pelaku menggasak 13 buah ponsel berbagai merek. Rinciannya, lima unit ponsel merek VIVO, tujuh unit ponsel merek Redmi dan satu unit ponsel merek Realme. "Total kerugian yang ditaksir dari hilangnya 13 ponsel ini mencapai Rp26,6 juta," kata Iptu Triatmi.
Saat ini, kata dia, polisi masih menyelidiki keberadaan pelaku yang telah menggasak belasan unit ponsel di salah satu konter di Sentolo tersebut.
Kanitreskrim Polsek Sentolo, AKP Suparna mengaku sejumlah personel telah diturunkan untuk menyelidiki kasus ini. Hasil penyelidikan sementara berdasarkan rekaman CCTV, diketahui ciri-ciri pelaku yakni seorang laki-laki mengenakan kaos lengan pendek hitam dan celana panjang hitam. Sementara berdasarkan ciri-ciri fisiknya, pria tersebut memiliki rambut pendek di bagian samping maupun belakang kepala.
"Untuk dugaan, pelaku terlihat dari rekaman CCTV yang ada di konter itu ada satu orang. Pelaku diduga bisa masuk ke dalam konter itu dengan cara memanjat melalui tower air di belakang konter, kemudian naik ke atap dan selanjutnya membuka genteng," terangnya.
Dugaan tersebut mengacu dari temuan genteng konter yang sudah tidak berada di tempatnya. Sementara itu jejak kaki dan tangan pelaku juga ditemukan di bagian tembok ruangan kamar mandi, dekat etalase produk. Suparna saat ini menyita sepasang sepatu yang diduga digunakan pelaku dan satu boks ponsel yang diambil pelaku namun dikembalikan kembali ke etalase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mahasiswa UGM Bagas Amar Hakiki meninggal dunia saat glamping di Posong Temanggung. FIB UGM sampaikan duka dan tunggu hasil penyelidikan polisi.
Kejagung mengungkap vendor pengadaan 21.801 motor listrik senilai Rp1,03 triliun dalam kasus dugaan korupsi Program MBG di Badan Gizi Nasional. Penyidik menduga
FIFA melarang penonton membawa botol air dan tumbler ke stadion Piala Dunia 2026. Kebijakan ini memicu kritik suporter di tengah cuaca panas yang diperkirakan.
Polisi menangkap dua pelaku pembacokan petugas TPR Parangtritis di Bantul. Aksi tersebut dipicu kesalahpahaman terkait hilangnya alat pancing setelah kecelakaan
Amerika Serikat menggelontorkan dana US$250 juta untuk memperkuat sistem antidrone menjelang Piala Dunia 2026. Ancaman drone disebut menjadi risiko keamanan ter
Jawa Tengah menjadi provinsi pelopor pelaksanaan pendidikan koperasi di sekolah secara sistematis dan berkelanjutan