Advertisement

Peduli Sekitar, UGM Luncurkan Kibar

Media Digital
Selasa, 20 September 2022 - 23:17 WIB
Bhekti Suryani
Peduli Sekitar, UGM Luncurkan Kibar Peluncuran Kibar oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, di tepi Kali Code, Gemawang, Kelurahan Sinduadi, Sleman, Selasa (20/9/2022) - Harian Jogja/Stefani Yulindriani

Advertisement

SLEMAN-Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan program Komunitas Belajar dan Berdaya (Kibar). Program pemberdayaan masyarakat di sekitar kampus itu diluncurkan oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, di tepi Kali Code, Gemawang, Kelurahan Sinduadi, Sleman, Selasa (20/9/2022).

Dalam sambutannya, Ova menjelaskan Kibar diinisiasi dalam rangka membangun sinergi komunitas serta meningkatkan kepedulian kepada wilayah sekitar kawasan kampus.

Model pemberdayaan masyarakat ini dilakukan melalui aktivitas Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) berbasis aset dan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah. “UGM identik dengan KKN, tapi KKN tidak identik dengan daerah di luar Jogja. Ini merupakan suatu upaya yang luar biasa untuk menjalin kebersamaan membangun wilayah sekitar UGM, sehingga universitas tidak lagi menjadi entitas terpisah tetapi menyatu untuk bersama-sama berjuang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Ova.
Ova menjelaskan program ini didesain dengan skema berkelanjutan dan melibatkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, yaitu pemerintah daerah, swasta, organisasi non-profit, dan komunitas. Fokus utama dari program ini adalah penguatan engagement antara komunitas akademik (kampus) dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Pada kesempatan ini, Rektor memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah siap mendukung pelaksanaan program Kibar. Prinsip saling belajar, inklusifitas, dan penghargaan terhadap kearifan lokal menjadi prinsip pelaksanaan program Kibar sehingga selain memberi dampak bagi masyarakat program ini juga menjadi sarana pembelajaran yang penting bagi mahasiswa UGM.

Pelaksanaan program sendiri akan dimulai pada akhir September di tiga kelurahan, yaitu Sinduadi, Caturtunggal, dan Condongcatur. Jangka waktu pelaksanaan program di tahap pertama aman berlangsung selama sekitar 5 bulan, diawali dengan pengembangan pangkalan data spasial, sosial, maupun sektoral sebagai basis perencanaan program pemberdayaan yang berkelanjutan di waktu mendatang.

Wakil Rektor UGM bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat dan Alumni, Arie Sujito menerangkan ada empat kegiatan yang menjadi pilar di dalam Program Kibar ini yaitu Perencanaan Penyusunan Pangkalan Data Spasial, Sosial dan Sektoral; Pelaksanaan Penyusunan Pangkalan Data; Pemberdayaan Masyarakat Wilayah Kawasan Bulaksumur dengan berbasis pada potensi dan permasalahan masyarakat; serta Kegiatan Sosial bagi Masyarakat Kawasan Bulaksumur.

Selain dengan program KKN-PPM, pelaksanaan program didukung dengan aktivitas kerelawanan mahasiswa dan berbagai aktivitas penelitian dan pengabdian oleh dosen dan mahasiswa. Program ini diharapkan akan melahirkan model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi ke daerah lain, yaitu model pemberdayaan melalui sinergi berbagai pihak untuk mempercepat proses akselerasi pengembangan kemandirian masyarakat.

“Tantangan pemberdayaan bukan semata soal sumber daya, tetapi seperti apa kemampuan mengelola sumber daya tersebut sehingga tujuan yang kita inginkan bisa terwujud,” kata Arie. (**)

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kejari Purwokerto Tangkap Buronan Kejati Maluku Utara

News
| Kamis, 29 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement