Viral Sumbangan Pendatang Rp1 Juta, Padukuhan Jambean Gelar Musyawarah
Padukuhan Jambean, Bantul, akan membahas ulang sumbangan warga perumahan Rp300.000-Rp1 juta setelah viral di media sosial.
BPBD Bantul menyalurkan permintaan dropping air bersih ke kapanewon terdampak kekeringan awal Desember 2023./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Dampak musim kemarau mulai dirasakan warga Kabupaten Bantul. Kekeringan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir kini meluas ke sejumlah wilayah dan memaksa pemerintah daerah meningkatkan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mencatat bantuan air bersih telah menjangkau lima kapanewon, tujuh kalurahan, dan sembilan dusun hingga Senin (20/7/2026).
Sebanyak 326 kepala keluarga atau sekitar 1.489 jiwa tercatat telah menerima bantuan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, mengatakan penanganan kekeringan dilakukan mengacu pada status siaga darurat kekeringan yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bantul melalui SK Bupati Bantul Nomor 263 Tahun 2026.
"Jumlah itu merupakan bantuan yang kami berikan dalam kurun waktu satu bulan sejak 20 Juni lalu," kata Antoni, Selasa (21/7/2026).
Selama periode tersebut, BPBD Bantul telah mendistribusikan sekitar 250.000 liter air bersih atau setara dengan 50 tangki ke wilayah-wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Pajangan dan Dlingo Jadi Wilayah Terbanyak Menerima Bantuan
Data BPBD menunjukkan Kapanewon Pajangan menjadi wilayah dengan distribusi air bersih terbesar.
Sebanyak 95.000 liter air atau setara 19 tangki telah disalurkan untuk membantu sekitar 320 warga yang terdampak kekeringan.
Sementara itu, Kapanewon Dlingo menerima bantuan sebanyak 85.000 liter atau 17 tangki.
Distribusi tersebut menyasar 306 kepala keluarga dengan total sekitar 1.090 jiwa.
Selain dua wilayah tersebut, bantuan air bersih juga dikirim ke Kapanewon Imogiri dan Pundong.
Masing-masing wilayah menerima 25.000 liter air atau lima tangki.
Adapun Kapanewon Piyungan memperoleh distribusi 20.000 liter atau empat tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air warga.
Secara keseluruhan, bantuan tersebut telah menjangkau tujuh kalurahan dan sembilan dusun yang terdampak musim kemarau.
Distribusi Dilakukan Bertahap
Antoni menjelaskan penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan dari masyarakat maupun pemerintah setempat.
BPBD Bantul terus memantau kondisi di lapangan untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah yang paling membutuhkan.
"Kami tetap memantau kondisi cuaca dan perkembangan di lapangan dan memprioritaskan bantuan untuk yang benar-benar butuh," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan oleh BPBD.
Sejumlah pihak turut dilibatkan, antara lain Palang Merah Indonesia (PMI), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta dukungan dari berbagai pihak melalui bantuan donasi.
Pemkab Bantul Siapkan 400 Tangki Air
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin, memastikan pemerintah daerah telah menyiapkan cadangan bantuan air bersih untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan selama musim kemarau.
Menurut dia, status siaga darurat kekeringan telah diberlakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi krisis air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.
"Kami pastikan ketersediaan stok bantuan air bersih masih cukup, total ada 400 tangki yang kami siapkan," kata Mujahid.
BPBD bersama instansi terkait akan terus melakukan pemantauan kondisi lapangan selama musim kemarau berlangsung.
Apabila terdapat laporan kesulitan air bersih dari masyarakat maupun pemerintah kalurahan, bantuan akan segera disalurkan.
Potensi Kebutuhan Air Masih Meningkat
Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, BPBD Bantul memperkirakan kebutuhan distribusi air bersih berpotensi meningkat.
Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan warga dapat terpenuhi.
Mujahid mengatakan apabila kebutuhan bantuan semakin besar, pemerintah daerah masih memiliki dukungan dari Dinas Sosial melalui Tagana serta sejumlah instansi lainnya.
"Jika pun kurang kami masih dibantu dengan Dinsos lewat Tagana dan sejumlah instansi lain untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga," ujarnya.
Pemerintah berharap kesiapan stok air bersih dan koordinasi lintas instansi dapat meminimalkan dampak kekeringan yang saat ini mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Padukuhan Jambean, Bantul, akan membahas ulang sumbangan warga perumahan Rp300.000-Rp1 juta setelah viral di media sosial.
Menkeu Suahasil Nazara menegaskan gaji ASN tetap dibayarkan melalui transfer di tengah wacana penyaluran lewat Koperasi Merah Putih.
KPK menyita Rp250 juta dari PCNU Nias yang diduga berkaitan dengan politik uang Muktamar ke-35 NU dan penyidikan kasus ATR/BPN.
Cek jadwal perpanjangan SIM Kulonprogo 21 Oktober 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal Satpas 1450, SIMENOR, SIM Keliling, dan syaratnya.
DPRD Kulonprogo mengawal perkembangan investasi di kawasan industri Sentolo sekaligus mendorong kelompok wanita tani memperkuat ekonomi lokal.
Bahlil Lahadalia menilai ketua umum parpol perlu melakukan tindakan nyata agar dilihat Generasi Z. Ia juga meminta kader Golkar mendengar aspirasi rakyat.