Kiper Brasil Pedro Caracoci Mulai Latihan Bersama PSS Sleman
Pedro Caracoci mulai mengikuti latihan PSS Sleman. Kiper asal Brasil eks akademi CR Flamengo itu dirumorkan menjadi rekrutan baru Laskar Sembada.
Ketua DPW Perindo DIY Yuni Astuti. /Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Partai Perindo DIY menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Kulonprogo. Sekda definitif Kulonprogo yang baru dilantik harus gerak cepat alias gercep kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menekan angka kemiskinan.
Sebagaimana diketahui mantan Kepala Bappeda Kulonprogo Triyono dilantik menjadi Sekda Kulonprogo, Selasa (20/9/2022). Usai pelantikan, Triyono mengatakan ada dua hal yang menjadi fokusnya sebagai Sekda yaitu pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial pada masyarakat yang membutuhkan.
Menanggapi hal itu Ketua DPW Partai Perindo DIY Yuni Astuti mengapresiasi telah dilantiknya Sekda Kulonprogo meski sempat ada pelaksana tugas harian. Sekda definitif harus mampu mengatasi berbagai persoalan di tengah masyarakat terutama menangani kemiskinan melalui berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat.
"Kami mengucapkan selamat atas pelantikan tersebut. Selanjutnya harus bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pihak untuk mengatasi sejumlah masalah di Kulonprogo diantaranya adalah pengentasan kemiskinan harus gerak cepat," katanya, Rabu (21/9/2022).
Ia mengatakan Sekda terpilih maupun Penjabat Bupati Kulonprogo harus bisa menjalin komunikasi dengan warga-warga Kulonprogo yang ada di perantauan yang bisa memberikan kontribusi untuk tanah kelahirannya. Menurutnya salah satu kelebihan masyarakat di DIY adalah modal sosial berupa gotong royong. Hal ini telah terbukti saat dalam kondisi tertentu seperti saat Gempa Bumi 2006, Erupsi Gunung Merapi 2010 maupun saat Pandemi Covid-19 mampu mempercepat proses recovery.
Baca juga: Apa Kabar Jumlah Warga Miskin di Jogja Saat Ini?
Di tengah situasi kenaikan harga BBM yang memicu kenaikan harga bahan pokok lainnya akan semakin menambah berat beban masyarakat. Sehingga butuh keterlibatan semua pihak untuk meringankan beban masyarakat.
"Pengusaha ataupun warga Kulonprogo yang sudah sukses agar mau berbagi dengan masyarakat lain yang membutuhkan," kata wanita yang pernah viral karena membagi-bagikan uang di Alun-Alun Kulonprogo ini.
Selain itu Pemkab harus memprioritaskan program yang mengarah ke pengentasan kemiskinan di Kulonprogo dengan menyasar langsung ke masyarakat. Salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat, UMKM yang menjadi daya ungkit peningkatan ekonomi warga di wilayah yang termasuk miskin.
"Prioritas program ini harus tepat sasaran dan harus dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Caracoci mulai mengikuti latihan PSS Sleman. Kiper asal Brasil eks akademi CR Flamengo itu dirumorkan menjadi rekrutan baru Laskar Sembada.
Presiden Prabowo meminta Danantara dilibatkan dalam rapat KSSK untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan dunia usaha.
Polda Metro Jaya menangkap delapan tersangka sindikat propaganda digital yang menyebarkan hoaks, fitnah, dan provokasi di media sosial.
Tim Sparta Polresta Solo mengamankan empat pria dan menyita sejumlah miras usai menggerebek pesta minuman keras di kawasan Gilingan, Solo.
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.