Advertisement

Tahun 2022 Ini, BPBD Jogja Tambah 15 KTB Baru

Yosef Leon
Kamis, 22 September 2022 - 09:17 WIB
Sirojul Khafid
Tahun 2022 Ini, BPBD Jogja Tambah 15 KTB Baru Foto ilustrasi: Sejumlah personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) Sleman mengikuti apel kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Merapi di Posko Utama Tagana Beran, Tridadi, Sleman, Minggu (27/5/2018). - Harian Jogja/Irwan A.Syambudi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja menambah 15 Kampung Tangguh Bencana (KTB) baru di wilayahnya tahun 2022. Sampai akhir nanti, ditargetkan bakal bediri 145 KTB di Jogja untuk melibatkan warga dalam program penanggulangan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, menyampaikan sebanyak 13 KTB telah terbentuk dari total 15 KTB yang ditargetkan berdiri tahun ini. Sisanya akan dilanjutkan secara bertahap sampai akhir tahun ini. Dua yang belum yakni Suryoputran dan Mangunegaran, sehingga total telah ada 143 KTB di Jogja.

"Kami juga masih mengkaji karena ada perbedaan jumlah kampung di Jogja berdasarkan Perwal lama dan baru. Di Perwal lama jumlah kampung itu ada 169, di Perwal baru sebanyak 175. Artinya kami kejar terus sampai terbentuk KTB tiap kampung," kata Nur, Rabu (21/9/2022).

Nur menambahkan, dalam pembentukan KTB para personel yang dipilih nantinya disiapkan untuk mengenal pola penanggulangan, manajemen, dan antisipasi bencana. Mereka juga diberikan sejumlah peralatan pelengkap seperti kendaraan roda tiga, gergaji mesin, handy talkie, pompa air, dan peralatan vertikal rescue tali temali.

BACA JUGA: Kelok 18 Masuk Tahap Lelang, Segini Nilai Proyeknya

"Kami akui keberadaan KTB ini memang sangat membantu, karena selain faktor dukungan personel organik kami yang kurang, juga didasari bahwa pembangunan paradigma kebencanaan itu memang harus melibatkan masyarakat," ujarnya.

BPBD Kota Jogja juga tengah mengevaluasi sejumlah KTB yang habis masa kepengurusannya. Sejak dibentuk pada 2013 lalu, beberapa pengurus KTB sudah ada yang memasuki habis masa jabatan. Pergantian pengurus harus dijalankan agar KTB yang terbentuk tidak vakum.

"Masa bakti kan tiga tahun, itu ada 115 KTB yang perlu di-review pengurus dan perlu diaktifkan kembali, takutnya kan keluar dan banyak fasilitas dan peralatan di sana," kata dia.

Di sisi lain, pada tahun ini pihaknya juga membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di jenjang SD dan SMP. Programnya diarahkan pada pengenalan manajemen dan edukasi seputar kebencanaan kepada warga sekolah. Total ada delapan sekolah dengan masing-masing empat SD dan empat SMP yang dibentuk SPAB.

"Yang sudah dilaksanakan ada di tiga SD dan dua SMP yakni SD Gambiran, Suryoputran, dan Sayidan. Kemudian SMP 16 dan SMP 4. Ini baru dimulai tahun ini memang. Nanti akan semua tapi baru bisa ditembusi dan siap itu. Karena SPAB ini kan sulit waktu penyelenggaraan harus sama dengan jam sekolah dan kebutuhan guru," kata dia.

Advertisement

BACA JUGA: Kelompok Warga di Jogja Ini Sukses Kelola Sampah Organik lewat Metode Kandang Maggot

Penetapan SPAB disertai dengan edukasi kebencaan kepada warga sekolah dan memasang jalur evakuasi yang aman jika sewaktu-waktu terdapat bencana. "Programnya hampir sama dengan KTB, ada jalur evakuasi, mitigasi bencana, manajemen dasar dan sebagainya. Yang kita bangun kesadaran. Sementara fasilitas belum karena segmennya beda," pungkas Nur. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri Berjanji Usut Tuntas Pengamanan Pertandingan

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement