Advertisement
Kelok 18 Masuk Tahap Lelang, Segini Nilai Proyeknya

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Rencana pembangunan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS) pada segmen Kretek-Girijati atau populer dengan nama Kelok 18 bakal segera terwujud.
Proyek ini secara resmi telah masuk dalam tahap lelang dan dijadwalkan kontrak pada awal 2023 mendatang. Jalan yang memiliki belasan kelok ini diperkirakan bakal menjadi ikon baru selatan DIY.
Advertisement
Berdasarkan situs lpse.pu.go.id, tahapan lelang yang diunggah dimulai dari pengumuman pascakualifikasi pada 9 September 2022, pemberian penjelasan 16 September 2022.
Kemudian untuk pembukaan dokumen penawaran, evaluasi administrasi, kualifikasi, teknis dan harga serta pembuktian kualifikasi masing-masing dijadwalkan 10 Oktober 2022. Adapun penetapan pemenangan tender ditetapkan pada 10 Januari 2023 dan penandatangan kontrak pada 23 Januari 2023 mendatang.
BACA JUGA: GANGSAR #2 Gugur Gunung Sajikan Karya Perupa Kota Jogja
Tender Kelok 18 ini menggunakan nama Pembangunan Jalan Baru Kretek-Girijati dengan lokasi pekerjaan di wilayah Bantul dan Gunungkidul.
Adapun besaran anggaran yang tertulis pada informasi proyek senilai Rp261,6 miliar. Pengadaan ini tidak hanya untuk Kelok 18, tetapi secara umum mencakup segmen Kretek-Girijati.
PPK 1.2 Satker PJN DIY Rokhmad Purnomo menjelaskan pembangunan Kelok 18 yang masuk dalam Segmen Kretek-Girijati, Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS) saat ini sudah memasuki tahap lelang di Pusat.
Saat ini, pelaksana di lapangan masih menunggu proses tahapan lelang tersebut. Jika tender sudah selesai maka akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik. Harapannya proses tender berjalan lancar sesuai jadwal, maka pengerjaan fisik Kelok 18 ini akan dilakukan pada 2023 mendatang.
“Yang segmen Kritik Girijati sudah masuk tahap lelang, jadi kami memprosesnya pada tahap itu, saat ini posisinya menunggu hasil lelang tendernya bagaimana. Setelah itu baru bisa melakukan pembangunan fisiknya. Bisa jadi 2023 semoga saja tendernya tidak molor, sehingga bisa segera dimulai,” katanya, Rabu (21/9/2022).
Kabid Bina Marga Dinas PUP-ESDM DIY Kwaryantini Ampeyanti Putri untuk pembebasan lahan konstruksi Kelok 18 dilakukan oleh Pemda DIY melalui APBD yang dimulai sejak 2017 silam. Akan tetapi dalam perkembangannya karena ada perubahan desain kemudian dilakukan penambahan lahan, sehingga total kebutuhan menjadi sebanyak 58 bidang dengan total luas sekitar 3,5 hektare.
“Kelok 18 pembebasan lahan sudah selesai, untuk konstruksi ranahnya Pemerintah Pusat. Sempat ada perubahan desain, sehingga butuh lahan tambahan. Di 2022 ini tahap II pengadaan lahan, tahap I pada 2017. Untuk 2022 ada pembebasan 43 bidang luas sekitar 3,5 hektare, kalau total dengan yang 2017 sekitar 15 hektare,” katanya belum lama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Gunung Semeru Meletus Lagi Pagi Ini, Tinggi Letusan Capai 700 Meter
Advertisement

Berikut Sejumlah Destinasi Wisata Berbasis Pedesaan di Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Angka Perceraian di Kulonprogo Menurun, PA: Bertanda Masyarakatnya Sejahtera
- Pria Lansia Ditemukan Tewas Tenggelam di Jetis Bantul, Berikut Kronologinya
- Anggota DPRD DIY Raden Stevanus: Ojol, Model Sharing Economy Jangan Jadi Kedok Eksploitasi, Negara Harus Hadir
- Pabrik Garmen di Ngaglik Sleman Terbakar, Petugas Masih Berusaha Padamkan Api
- Top Ten News Harianjogja.com, Rabu 21 Mei 2025: Jemaah Haji Termuda DIY, Motif Perusakan Makam, Hasil Crystal Palace vs Wolves, Gojek soal Demo Pengemudi Ojol
Advertisement