Advertisement

Perusahaan Bantul Olah Kiriman Sampah dari Jogja

Ujang Hasanudin
Minggu, 25 September 2022 - 05:37 WIB
Budi Cahyana
Perusahaan Bantul Olah Kiriman Sampah dari Jogja Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—PD Aneka Dharma terus berupaya mengembangkan unit usaha. Kali ini usaha yang akan dijalankan adalah penggelolaan sampah. Sebelumnya Perusahaan Milik Daerah (Perumda) Pemkab Bantul yang bergerak di bidang percetakan dan pengadaan alat tulis kantor ini juga sudah mengembangkan unit usaha dalam penjualan alat kesehatan dan apotek.

Direktur Utama PD Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka mengatakan sampah yang akan dikelola adalah sampah dari wilayah kota Jogja. Menurutnya Jogja setiap hari membuang 254 ton sampah organik maupun anorganik ke Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Harapannya 40% sampah anorganik bisa kami kelola dan kami pilah biar mengangkat Perumda Aneka Dharma,” katanya, Sabtu (24/9/2022).

Sampah-sampah anorganik yang dikirimkan Pemkot Jogja akan dipilah kembali oleh Aneka Dharma sesuai jenisnya seperti rongsokan, thermoplas dan sampah karbon. Dari rongsok akan dipilah-pilah kembali, ada yang plastik, beling, kaca, kertas, dan logam.

“Seandainya sudah dilakukan pemilahan nilai jual akan jauh lebih tinggi. Itu yang akan kita kelola agar sama-sama saling menguntungkan,” ujarnya.

Budi beralasan dipilihnya unit usaha pengelolaan sampah karena sampah tidak akan pernah habis setiap harinya, bahkan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga maupun tempat usaha akan selalu bertambah setiap harinya, sehingga ia menilai itu merupakan salah satu peluang usaha  atau peluang bisnis yang perlu dilakukan.

Ia mencontohkan sampah bekas minuman kemasan air mineral per kilogram bisa laku sampai Rp5.500. Harga tersebut belum dipisahkan antara tutup dan labelnya. “Kalau sudah terpisah antara tutup dan labelnya harga bisa sampai Rp11.000 per kilogram,” ucapnya.

Pihaknya sudah menganalisa banyak perusahaan industri daur ulang sampah membutuhkan material terutama yang sudah terpisah antara plastik, logam, kaca, dan kertas. Kapan rencana tersebut akan dilakukan, pihaknya baru menyampaikan rencana tersebut kepada bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapperda) serta Dinas Lingkungan Hidup. Sebab yang melaukan kerja sama nantinya adalah Pemkab Bantul dan Pemkot Jogja.

Advertisement

Jika sudah disetujui bupati, pihaknya akan langsung bergerak. Setidaknya butuh modal Rp2-3 miliar untuk mengembangkan usaha pengelolaan sampah tersebut. Dana itu belum termasuk dengan pengadaan peralatan. Ke depan, Aneka Dharma tidak hanya melakukan pemilahan sampah, namun akan mengelolanya, salah satunya sampah plastik menjadi thermoplas.

BACA JUGA: YIA Diharapkan Jadi Motor Ekspor di DIY

“Tapi tahap awal kita mengelola pemilahan dulu dan memasukkanya ke indutri pengolahan sampah,” ujar Budi.

Advertisement

Lebih lanjut Budi mengatakan sampah yang akan dikelola saat ini baru kerja sama dengan Pemkot Jogja. Namun ke depan pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk menarik sampah dari wilayah Bantul.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho mengaku belum mengetahui pasti sistem pengelolaan sampah yang akan dilakukan Aneka Dharma karena baru dalam tahap paparan awal dengan bupati Bantul dan Bappeda, “Kami masih melihat nanti akan seperti apa,” ucapnya. 

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Oyo Hotels akan PHK 600 Karyawannya

News
| Senin, 05 Desember 2022, 10:57 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement