Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Salah satu peserta sing cover competition dan dance cover competition beraksi di Korean Wave, di SCH, Sabtu (24/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Hari ketiga Korean Wave berlangsung semakin seru, Sabtu (24/9/2022). Festival budaya Korea yang berlangsung di Sleman City Hall (SCH) sebagai rangkaian perayaan 25 tahun Solopos Media Group ini diramaikan dengan sing cover competition, dance cover competition, dan showcase dance performance.
Perlombaan pertama dimulai dengan hangeul competition atau penulisan huruf Korea. Perlombaan ini berlangsung secara online. Menginjak sore, sing cover competition dimulai. Sebanyak 20 peserta menunjukkan kemampuan bernyanyinya dalam lagu Korea.
Perlombaan ini bisa diikuti individu maupun kelompok. Dua juri menilai penampilan para peserta sing cover competition ini. Salah satu juri Rizki Darmawan menjelaskan ada beberapa kriteria penilaian yang dipakai kedua juri.
“Ada empat kriteria penilaian. Pertama adalah artikulasi, karena kami ngomongin sing cover Korea, jadi artikulasi hangeul-nya harus benar. Terus di teknik vokal pasti karena sing competition. Terus ada dinamika lagu sama penjiwaan lagu,” ujarnya.
Sebagai dewan juri, Rizki memiliki latar belakang bernyanyi dan dance Korea cukup panjang. Ia mulai terjun di dunia K-Pop sejak generasi awal, yakni sekitar 2006. “Biasanya saya aktif di lomba nyanyi lokal, event nyanyi di kafe,” kata dia.
Ia juga memiliki grup dance bernama WTS. Selain menjadi juri sing cover, Rizki juga aktif di beberapa perlombaan seperti dance cover, dance competition, hip hop street battle. “Kalau di Korean Wave ini saya menjadi juri sing cover competition dan dance cover competition,” ungkapnya.
Salah satu peserta sing cover competition, Benedicta Sherina, mengikuti perlombaan ini secara individu. Ia datang jauh-jauh dari Semarang, Jawa Tengah, ke Jogja khusus untuk mengikuti sing cover competition Korean Wave.
Ia telah sering mengikuti sing cover competition sejak 2018 lalu, setelah lulus SMA. “Karena dasarnya suka sama K-Pop, dan juga kebetulan ada bakat menyanyi. Dari SD sudah suka nyanyi, tapi baru ikut lomba sejak 2018,” kata dia.
Selain di Korean Wave yang berlangsung di SCH ini, sebelumnya perempuan yang akrab disapa Sherina ini juga mengikuti sing cover competition pada Korean Wave pertama di Solo Grand Mall Mei lalu. “Karena masih dekat jadi ikut lagi sekalian,” ungkapnya.
Setelah break Magrib, acara dilanjutkan dengan demo beauty bersama Emina, dance cover competition, showcase dance cover oleh juri dan bintang tamu, random play dance, dan terakhir pengumuman pemenang lomba.
Korean Wave masih akan berlangsung hingga hari keempat, Minggu (24/9/2022) dengan acara yang lebih seru lagi. Sejumlah guest star turut meramaikan Korean Wave seperti Fushion, Aztrone dan DJ Perfomance Noraebang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.