Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Ilustrasi pelantikan pejabat di lingkup Pemkab Gunungkidul./Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Penataan pejabat yang dilakukan Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dinilai belum efektif dan terlalu cepat.
Penempatan pejabat itu dinilai masih banyak yang belum sesuai dengan kemampuan masing-masing pegawai.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, penataan pejabat dinilai terlalu sering sehingga optimalisasi kinerja belum dapat diwujudkan. Hal ini pun berpengaruh terhadap psikologi pegawai karena terlalu sering dipindah.
“Saya pun bingung bagaimana cara menilai kinerja kalau terus dipindah-pindah. Ini pun akan berpengaruh terhadap sistem penggajian yang dilakukan,” kata Suharno kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).
BACA JUGA: Sanggar Lumbung Kawruh, Komunitas Tempat Berbagi Ilmu, Apa pun Itu
Menurut dia, permasalahan tidak hanya pada pelaksanaan penataan yang terlalu cepat. Meski begitu, sambung Suharno, juga ada masalah karena belum efektif yang sesuai dengan prinsip the right man on the right place.
Dia menilai proses masih memegang prinsip feodal dengan model asal bapak senang. Adapun partisipasi baperjakat dalam proses penataan belum dimaksimalkan. “Sudah banyak yang tahu ada eselon IV malah dipimpin oleh sesama eselon IV. Seharusnya ini tidak bisa dilakukan,” katanya.
Suharno menambahkan, penataan pejabat merupakan kewenangan bupati sepenuhnya. Meski demikian, ia berharap agar prosesnya dengan memanfaatkan tim Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).
Menurut dia, keberadaan Baperjakat sangat penting karena mengetahui secara pasti tentang kemampuan keahlian dan komptensi kinerja yang dimiliki.
“Seharusnya bisa dioptimalkan peran baperjakat. Sebelum ditata, baperjakat melakukan kajian mulai dari kinerja hingga bidang keahlian yang dimiliki. Agar penempatan sesuai dengan kemampuan bidang yang dimiliki dan bukan asal-asalan saja,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Sunaryanta pada Sabtu (24/9/2022) melantik pejabat pimpinan tinggi pratama hasil lelang jabatan yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.
Untuk posisi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, jabatan ini diserahkan kepada mantan Sekretaris Satpol PP Hary Sukmono; jabatan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan ditunjuk mantan Kepala Bidang Pembina Ketenagaan, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Kisworo.
Adapun satu lowongan untuk Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja diserahkan kepada mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air, DPUPRKP Gunungkidul Supartono.
Selain pelantikan pejabat eselon II, juga ada penataan pejabat yang melibatkan 63 pegawai dari eselon III dan IV.
Bupati Sunaryanta mengucapkan selamat dan meminta kepada para pejabat yang terpilih untuk segera beradaptasi di tempat baru sehingga dapat menunjang kinerja di masing-masing OPD.
“Harus segera beradaptasi di tempat kerja baru. Rotasi dan mutasi merupakan hal yang biasa untuk meningkatkan kinerja pelayanan yang ada,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.
Demo ojol Jogja hari ini berpotensi memicu kemacetan di Malioboro, Tugu, dan Ringroad Utara Sleman. Simak rute lengkap aksi damai driver online.