Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Polisi menunjukkan keempat pelaku beserta mobil yang digunakan untuk mencuri, di Polsek Minggir, Senin (26/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Berdalih menyurvei warga untuk penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), empat pencuri yang beraksi di Kerdan, Sendangarum, Minggir, Sleman, beberapa waktu lalu diringkus polisi. Komplotan ini menggasak perhiasan Rp105 juta
Kapolsek Mingir, AKP Dwi Noor Cahyo, menjelaskan keempat pelaku beraksi pada Sabtu (10/9/2022), di sebuah rumah milik Sugiyem, 80, warga Kerdan, Sendangarum. Masing-masing pelaku yakni AP, 33, warga Semarang; AM, 24, warga Grobogan; AE, 37, warga Kediri dan MD, 33, warga Magelang.
Para pelaku ditangkap beberapa hari setelah menjalankan aksinya di Salatiga. Identifikasi pelaku dilakukan dengan mengecek CCTV di sekitar lokasi dan sepanjang jalan yang dilalui mobil para pelaku, Avanza warna putih. “Diduga sudah dipalsukan nomor polisinya,” ujarnya, Senin (26/9/2022).
Ia menceritakan pencurian ini berawal saat keempat pelaku mendatangi rumah Sugiyem menggunakan satu mobil. Sesampainya di lokasi, keempat pelaku membagi tugas. AM bertugas menemui korban dengan mengaku sebagai petugas yang akan menyurvei warga terkait penyaluran BLT.
Sementara korban sedang teralihkan perhatiannya, AP diam-diam masuk ke dalam rumah korban dan mencari letak penyimpanan perhiasan. Dua tersangka lainnya yakni MD dan AE berada di dalam mobil bertugas untuk mengawasi kondisi sektiar rumah.
BACA JUGA: Festival Lampion dan JAS Dongkrak Kunjungan Wisatawan
“Di salah satu kamar, di bawah kasur, pelaku mendapatkan perhiasan. Setelah dapat, rombongan empat pelaku ini meninggalkan lokasi, dengan menyampaikan kepada korban bahwa ini survei, nanti ditindaklanjuti bantuannya,” kata dia.
Sejumlah barang yang diambil komplotan ini meliputi dua cincin seberat 15 gram dan 8 gram, dua gelang seberat 48 gram dan 19 gram, dua kalung seberat 29 gram dan 20 gram serta satu liontin seberat 5 gram. Total kerugian ditaksir mencapai Rp105 juta.
Polisi menyebut keempat pelaku tersebut tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya, sehingga diperkirakan pemain baru. Atas perbuatannya, mereka disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuh tahun penjara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Cristiano Ronaldo masuk skuad Portugal di Piala Dunia 2026. Ini daftar lengkap pemain dan peluang juara Selecao das Quinas.
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.