Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Serah terima wayang sebelum digelarnya wayang kulit di Balai Kalurahan Pilangrejo. Sabtu (24/9/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Pariwisata (Dispar) DIY berkomitmen membangkitkan sektor kepariwisataan seusai terdampak pandemi Covid-19.
Salah satunya dengan menggelar pentas seni dan tradisi wayang kulit semalam suntuk di Balai Kalurahan Pilangrejo, Nglipar, Sabtu (25/9/2022).
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dispar DIY, Kurniawan mengatakan pandemi Corona sempat memukul sektor kepariwisataan karena destinasi sempat ditutup di awal-awal terjadinya pandemi. Meski demikian, kondisi sekarang sudah membaik dan geliat wisata mulai kembali terlihat.
Menurut dia, berbagai upaya pemulihan terus dilakukan. Salah satunya menggelar atraksi bertemakan seni dan tradisi di sejumlah destinasi.
BACA JUGA: Penataan Pejabat Gunungkidul Tak Efektif, Dewan: Jangan cuma asal Bapak Senang
Sebagai gambaran di wilayah DIY diselenggarakan Jogja Air Show. Selain digelar di Pantai Depok, Bantul, kegiatan ini juga diselenggarakan di Embung Batara Sriten di Kalurahan Pilangrejo, Nglipar, untuk kategori paralayang.
Wawan, sapaan akrabnya menjelaskan, di saat bersamaan atau tepatnya pada Sabtu malam juga diselenggarakan pentas seni wayang kulit semalam suntuk di Balai Kalurahan Pilangrejo.
Kegiatan ini diselenggarakan juga sebagai upaya mendukung pelaksanaan Jogja Air Show 2022. “Kebetulan juga menjadi lokasi penyelenggaraan Jogja Air Show untuk kategori paralayang. Jadi, pentas wayang kulit untuk lebih menyemarakan kegiatan,” katanya kepada Harianjogja.com, Sabtu (24/9/2022).
Menurut dia, event wayang kulit juga sebagai upaya membangkitkan sektor pariwisata di Kapanewon Nglipar, khususnya di Kawasan Embung Batara Sriten yang sempat terdampak Covid-19.
“Kami terus berupaya membangkitkan pariwisata DIY melalui berbagai kegiatan, termasuk penyelenggaraan kegiatan seni adat dan tradisi di destinasi wisata,” katanya.
BACA JUGA: Kurangi Kecanduan Gawai, Anak-Anak di Pantai Krakal Diajak Lomba Layangan
Carik Pilangrejo, Ridwan Zamroni berterimakasih atas dukungan Dispar DIY karena telah menyelenggarakan pentas wayang kulit di balai kalurahan dengan lakon Antasena Ratu oleh Ki Dalang Supomo Puspo Guritno Degleng.
Menurut dia, kegiatan ini menjadi satu rangkaian penyelenggaraan Jogja Air Show di Embung Batara Sriten. “Sektor pariwisata mulai kembali bangkit,” katanya.
Ridwan berharap kondisi pandemi bisa berakhir yang ditandai dengan laju penularan Covid-19 dapat terus terkendali. Menurut dia, pandemi sangat merugikan karena selain membatasi aktivitas warga, juga bedampak terhadap perkembangan destinasi wisata, termasuk di Embung Sriten.
“Di awal-awal pandemi sempat tutup, tapi sekarang sudah muka. Mudah-mudahan keadaan semakin membaik dan kondisi kembali normal dan wisata bisa terus berkembang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Dua korban kebakaran di Berbah berhasil dievakuasi dari lantai tiga. Proses evakuasi terkendala akses sempit dan material berbahaya.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.