Telkom Perkuat Kesiapan Hadapi Era Komputasi Kuantum
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Warga bermain Layang-Layang Naga dalam Festival Lare di area parkir Pantai Krakal, Kapanewon Tanjungsari. Minggu (25/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
GUNUNGKIDUL — Kelompok Desa Wisata Ngestirejo di Kapanewon Tanjungsari menggelar lomba layangan bertajuk Festival Layangan Ngestirejo (Lare) di area parkir Pantai Krakal, Minggu (25/9/2022). Tidak hanya untuk menarik minat wisatawan, kegiatan ini juga digelar untuk mengurangi aktivitas anak bermain gawai.
Ketua Desa Wisata Ngetirejo, Agung Nugroho mengatakan, mengatakan Festival Lare terselengagara berkat kerja sama dengan Dinas Pariwisata Gunungkidul dan BPB DIY.
Selain itu, acara juga didukung dari Komunitas Layang-Layang Naga. “Semua berjalan dengan lancar dari awal hingga acara berakhir,” kata Agung, Minggu siang.
Dia menjelaskan, lomba layang-layang ini diikuti oleh 35 peserta anak-anak mulai kelas III SD hingga Kelas I SMP. Dari lomba itu, diambil tiga peserta terbaik dan tiga juara harapan.
“Untuk juara I mendapatkan tabungan BPD DIY sebesar Rp750.000, juara II Rp500.000 dan juara III Rp250.000. Sementara untuk juara harapan mendapatkan bingkisan dari Dinas Pariwisata,” katanya.
BACA JUGA: Harga Minyak Dunia Anjlok 5,69 Persen, Apakah Harga BBM di Indonesia Bakal Turun?
Menurut Agung, Festival Lare digelar untuk menarik minat wisatawan sehingga kunjungan bisa ditingkatkan. Meski demikian, ada tujuan lain yakni untuk mengurangi aktivitas anak-anak bermain game melalui gawai.
“Makanya perserta yang ikut mulai kelas tiga SD hingga satu SMP. Harapannya dengan bermain layangan tidak terus-terusan memegang gawai,” ujarnya.
Agung memastikan festival ini akan menjadi agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun. Rencananya lomba yang digelar juga akan terus ditingkatkan kapasitas pesertanya.
“Memang ada juga komunitas layang-layang dari Kota Jogja, Bantul hingga Klaten ikut hadir. Tapi, untuk lomba tahun ini masih peserta lokal dan harapannya bisa menjadi nasional,” katanya.
BACA JUGA: Teseret Ombak, Guru Besar UGM Meninggal di Pantai Gunungkidul
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengapresiasi terselenggaranya Festival Lare di Kawasan parkir Pantai Krakal. Menurut dia, kegiatan ini sebagai ajang promosi untuk meningkatkan kunjungan wisata dengan kegiatan atraksi laying-layang.
Namun demikian, baginya festival ini juga sebagai upaya untuk pemberdayaan masyarakat di Kalurahan Ngestirejo. “Festival ini bisa menjadi daya tarik bagi pengunjung sehingga bisa berdampak terhadap peningkatan kunjungan,” katanya.
Menurut dia, kunjungan wisata saat ini sudah mulai berangsur-angsur normal. Aldian berharap pandemi Corona dapat terus dikendalikan sehingga tidak mengganggu upaya pemulihan di sektor wisata yang sempat terkena dampak. “Sekarang sudah membaik dan mudah-mudahan bisa kembali normal seperti sebelum terjadi pandemi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah mulai mempercepat langkah antisipasi terhadap potensi ancaman keamanan siber seiring perkembangan teknologi komputasi kuantum.
Lomba Lukis Anak DIY-Kyoto 2026 digelar di Sleman pada 23 Agustus. Sebanyak 20 peserta terbaik akan mewakili Sleman di tingkat DIY.
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan motor listrik nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya yang diproduksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang
Prabowo menyiapkan skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik serta pembiayaan bunga rendah untuk masyarakat.
Pedagang pasar tradisional Gunungkidul berkurang 30%-40% akibat perdagangan online, pedagang keliling, dan minimnya generasi penerus.
Ekshumasi Sutrimo telah dilakukan. Forensik tak menemukan luka, sementara polisi memeriksa 8 saksi dan menunggu hasil laboratorium.