Jelang Iduladha, Permintaan Kambing di Bantul Diprediksi Meningkat
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Penandatangan kerja sama antara Dispar DIY dengan PT. Ekonomi Sirkular Indonesia untuk mengelola makanan berlebih, Kamis (2/6/2022) di kantor Dispar DIY./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY bekerja sama dengan aplikasi surplus yang dikelola oleh PT. Ekonomi Sirkular Indonesia melakukan penandatanganan kerja sama untuk meminimalisir sampah makanan di wilayah setempat.
Kepala Dispar DIY, Singgih Raharjo menjelaskan, jumlah sampah makanan di wilayahnya sangat tinggi. Hal ini disebabkan banyak hal, untuk itu diperlukan upaya yang konkret untuk mencegah makanan menjadi sampah.
"Kemudian kita menemukan anak muda yang tergabung dalam PT. Ekonomi Sirkular Indonesia ini luar biasa yang punya aplikasi dan bisa menghubungkan dengan masyarakat yang membutuhkan. Ini juga menjaga kelestarian lingkungan dari sisi sapta pesona dan CHSE," kata Singgih, Kamis (2/6/2022).
Singgih menambahkan, sektor pariwisata mengenal jargon Sapta Pesona yang salah satunya adalah menjaga kebersihan dan keindahan. Pengalaman ditutupnya TPA Piyungan bisa dijadikan evaluasi agar sektor pariwisata tetap terjaga kelestariannya.
"Untuk mengurangi sampah itu ya dengan cara seperti ini dengan mencegah makanan berlebih menjadi sampah," katanya. Direktur Utama PT. Ekonomi Sirkular Indonesia, Agung Saputra menjelaskan, pencegahan makanan berlebih menjadi sampah dilakukan dengan mengintegrasikan asosiasi yang tergabung dengan Dispar DIY untuk ikut serta meminimalisir sampah makanan.
"Caranya saat mereka ada makanan berlebih itu segera mengunggah makanan ke aplikasi surplus dan mereka akan menset di jam tertentu agar makanan itu tidak terbuang sia-sia dan menjadi sampah makanan," ungkapnya.
Biasanya sebelum toko makanan atau kafe tutup di etalase masih terpajang beberapa makanan. Hal ini kerap dibuang. Namun dengan aplikasi surplus, makanan berlebih bisa diunggah dan dijual kembali dengan harga yang lebih murah. Pembeli bisa memesan dan menjemputnya ke toko langsung atau menggunakan ojek online.
"Atau biasanya hotel saatsebelum mengganti menu dari sarapan ke makan siang mereka akan menjual secara cepat secara happy hour, misalnya satu jam sebelum mereka tutup atau setengah jam dengan harga 50 persen lebih murah," jelasnya.
Aplikasi yang telah beroperasi selama dua tahun ini diklaim telah berhasil menyelamatkan 10 ton makanan yang berpotensi menjadi sampah dengan nominal sekitar Rp200-Rp300 juta. Hal ini juga menghindari gas emisi CO2 dari makanan yang berpotensi menjadi sampah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.