Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Rektor terpilih, Irhas Effendi (tengah berjas hijau), dalam konferensi pers pemilihan rektor UPN Veteran Yogyakarta, Rabu (12/10/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah melalui sejumlah tahap seleksi, Irhas Effendi kembali terpilih menjadi Rektor UPN Veteran Yogyakarta periode 2022-20226. Ini menjadi periode kedua bagi Irhas Effendi memimpin kampus tersebut.
Ketua Panitia Pemilihan Rektor UPN Veteran Yogyakarta periode 2022-2026, Joko Soesilo, menjelaskan dari empat kandidat yang didapat dari proses penjaringan, Senat menggelar voting untuk menyeleksi tiga kandidat. Ketiganya adalah Irhas Effendi, Awang Hendrianto, dan Barlian Dwinagara.
Tahap selanjutnya adalah pemilihan oleh Senat dan Kuasa Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang dihadiri Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Lukman. “Dari Senat ada 30 orang dengan hak suara 65 persen, sedangkan dari kementerian memiliki hak suara 35 persen atau 16 suara,” ujarnya, Rabu (12/10/2022).
Dalam pemilihan, Irhas Effendi mendapatkan 36 suara, Barlian Dwinagara 10 suara, dan Awang Gendrianto nol suara. Sesuai dengan arahan kementerian, pemilihan rektor UPN Veteran Yogyakarta berjalan damai dan saling menghargai.
“Ini merupakan periode kedua bagi beliau, dan mudah-mudahan nanti pada waktu dilantik beliau bisa memilih wakil-wakil rektor yang bisa bekerja menghasilkan keinginan civitas academica UPN menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul,” katanya.
Irhas Effendi, menuturkan setelah pemilihan rektor, ada sejumlah pekerjaan yang harus dilanjutkan. “Saya sebagai incumbent akan meneruskan apa yang telah diprogramkan oleh UPN Veteran Yogyakarta,” ungkapnya.
Beberapa hal yang perlu segera dikerjakan di antaranya penataan kelembagaan terkait implementasi badan layanan umum (BLU), sumber daya manusia (SDM) dari yayasan yang dipindahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi, tata kelola keuangan,dan lainnya.
BACA JUGA: DPRD Jogja Minta Jangan Ada Pemaksaan Soal Seragam Adat di Sekolah
“Semua perguruan tinggi diharapkan menjadi badan hukum, maksimal lima tahun. Tapi kemudian kami ditarget 2024-2025 harus sudah berproses. Ini tantangan yang cukup berat. Untuk mencapai itu juga perlu penataan kelembagaan lainnya menyertai badan hukum,” katanya.
Sistem informasi menjadi pilar penting bagi UPN Veteran Yogyakarta. UPN telah mencanangkan sistem informasi terintegrasi. “Seluruh bangunan kampus telah kami tata dengan masterplan yang dimulai tahun ini, dengan konsep smart building, smart learning, smart library, dan smart parking, yang semuanya menjadi bagian dari smart campus,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Hacker Iran diduga menyerang puluhan fasilitas air AS. Serangan mengganggu operasional dan mengekspos kerentanan sistem air.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Dana Transfer ke Daerah atau TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik Rp42 triliun, tetapi masih 20,1% di bawah alokasi 2025.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.