PDI Perjuangan DIY Gelar Tahlil Tujuh Hari Wafatnya Guruh Soekarnoputra
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Soekarnoputra di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY
Sejumlah peserta mengikuti Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan dan Penggunaan Obat, di hotel Alana, Senin (17/10/2022)./Harian Jogja
Harianjogja.com, SLEMAN—Seiring perkembangan teknologi informasi, masyarakat semakin mudah memilih makanan dan obat-obatan untuk dikonsumsi.
Hal ini perlu dibarengi dengan pemahaman yang baik terkait dengan keamanan pangan dan penggunaan obat. Sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman tersebut, Dinas Kesehatan Sleman menggelar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan dan Penggunaan Obat, di Hotel Alana, Senin (17/10/2022).
Berbagai elemen masyarakat terlibat dalam kegiatan untuk memaksimalkan penyebaran informasi di lingkungan masing-masing ini, di antaranya kader kesehatan puskesmas, duta kesehatan milenial, komunitas informasi masyarakat dan lainnya. Kegiatan ini juga bisa diakses di chanel Youtube Sleman TV.
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Sleman, Esti Kurniasih, menjelaskan saat ini terjadi pergeseran tren penyakit di masyarakat. Dari yang sebelumnya penyakit infeksi mendominasi, sekarang sudah digeser oleh penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Baik di tingkat Sleman maupun DIY, kedua penyakit tersebut menduduki peringkat teratas kasus terbanyak. "Penyakit ini sangat dipengaruhi perilaku manusia. Perilaku hidup bersih dan sehat, mengkonsumsi makanan sehat dan aman," ujarnya.
Pada penggunaan obat, ia berharap masyarakat tidak sedikit-sedikit mengkonsumsi obat. "Pemakaian obat kita harus bijak. Seaman apapun obat pasti ada efek sampingnya. Lebih baik tidak sakit daripada sakit lalu minum obat," katanya.
Untuk itu pola hidup sehat perlu digencarkan kembali. Meredanya pandemi Covid-19 ini bisa menjadi momentum untuk kembali banyak bersktivitas fisik sehingga dapat mengimbangi pola makan yang aman.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Farmasi dan Kesehatan Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Sleman, Gunanto, mengatakan Dinas Kesehatan Sleman juga tengah menginisiasi Desa Pangan Aman.
"Sebagai koordinasi lintas sektoral dimana akan ada semacam inisiasi dan pendampingan, sudah dibentuk di 15 Kalurahan. Dengan harapan komunitas di desa itu memiliki informasi dan kontribusi dalam hal keamanan pangan," ungkapnya.
Sedangkan untuk penggunaan obat ditengah budaya swamedikasi atau masyarakat yang bisa mengakses sendiri obatnya, Dinas Kesehatan Sleman memiliki program gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat).
"Kami memberdayakan apoteker baik dari pemerintah mauoun swasta sebagai agent of change Gema Cermat. Sehingga meskipun mereka tidak harus ke dokter untuk mendapat obat, itu bisa dilakukan secara baik dan benar," kata dia. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY menggelar tahlil dan doa bersama untuk memperingati tujuh hari wafatnya Muhammad Guruh Soekarnoputra di Kantor DPD PDI Perjuangan DIY
Tiket final FIFA ASEAN Cup 2026 Indonesia vs Thailand telah terjual lebih dari 55 ribu kursi hingga Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kekeringan membuat sekitar 255 hektare lahan pertanian di Prambanan tak ditanami. Petani khawatir gagal panen dan mengalami kerugian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal Palur, Klaten, Lempuyangan hingga Jogja.
Cek jadwal SIM Keliling dan SIM Corner Polda DIY Oktober 2026, lengkap dengan lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal KA Bandara YIA 4 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jam keberangkatan YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta layanan Wates.