DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Warga memantau luapan air di Dusun Tegalsari, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Senin (24/2/2020)/Harian Jogja-Dok.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—BPBD Gunungkidul memiliki anggaran Rp1,1 miliar untuk penanganan bencana alam. Meski demikian, jumlah ini masih bisa bertambah karena ada alokasi anggaran dari belanja tidak terduga sebesar Rp11,6 miliar.
Kepala Bidang Pengendalian dan Logistik BPBD Gunungkidul Sumadi mengatakan pemerintah sudah mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di awal musim penghujan.
“Draf penetapan status siaga sudah jadi dan tinggal proses tandatangan bupati,” kata Sumadi, Senin (17/10/2022).
Dia menjelaskan penanganan dan penanggulangan juga didukung dengan anggaran senilai Rp1,1 miliar. Menurut Sumadi, dana yang dimiliki masih bisa bertambah apabila terjadi bencana yang besar.
Sesuai dengan ketentuan, pada saat terjadi bencana besar sehingga membutuhkan upaya pemulihan, maka BPBD bisa mengakses anggaran BTT yang dimiliki Pemkab Gunungkidul. Salah satu syarat mengakses dana ini dengan menetapkan status tanggap darurat.
“Mudah-mudahan tidak ada bencana besar. Tapi, kami tetap waspada baik melalui penyiagaan personel maupun dukungan anggaran,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan musim hujan kali ini terbilang panjang dengan intensitas hujan yang lebat. Mengacu pada prakiraan tersebut, BPBD Gunungkidul mewaspadai terjadinya longsor hingga banjir genangan akibat curah hujan tinggi.
Longsor berpotensi terjadi zona utara, sedangkan banjir di zona selatan. Sedangkan terkait banjir genangan, ia mengatakan lahan-lahan pertanian berpotensi terdampak. Meski demikian, banjir ini sifatnya hanya sesaat.
“Ada juga potensi angin kencang yang tingkat kerawanannya merata di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya.
BACA JUGA: Dibangun Tahun Depan, Ini Spesifikasi Tol Jogja Bandara YIA
Purwono pun berharap potensi bencana hidrometeorologi ini jadi perhatian semua pihak. Termasuk perangkat pemerintah hingga tingkat bawah. “Mitigasi bencana terus dilakukan agar saat terjadi peristiwa dampaknya bisa ditekan sekecil mungkin,” katanya.
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Sri Suhartanto mengatakan dana BTT yang dialokasikan tahun ini sebesar Rp11,6 miliar. Pagu ini salah satunya dipergunakan untuk penanggulangan penyebaran virus Corona di Bumi Handayani.
Selain itu, alokasi juga diperuntukan untuk penanagan kegiatan darurat lainnya, salah satunya bencana alam. “Sudah dialokasikan dan untuk BPBD kami sediakan dana sekitar Rp4,3 miliar dalam BTT. Meski demikian, kalau tidak terjadi sesuatu, maka dana tersebut tidak bisa diambil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026