Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, SLEMAN — Memasuki musim hujan, sejumlah upaya mitigasi dilakukan untuk mengurangi risiko bencana, salah satunya lewat penertiban reklame yang dinilai membahayakan dan tidak berizin oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Sleman.
Kepala Dinas PUPKP, Taufiq Hidayat, menjelaskan pihaknya setiap hari secara mobile memantau reklame yang didirikan di wilayah Sleman untuk memastikan kelengkapan izin dan keamanannya. “Jika reklame tidak berizin atau rentan roboh kami lakukan peringatan,” ujarnya, Rabu (19/10/2022).
Khusus untuk pengawasan reklame, Dinas PUPKP memiliki tim yang terdiri dari tiga orang yang setiap hari keliling memantau. Reklame yang tidak berizin dan membahayakan, pertama-tama diberi peringatan. Barulah jika tidak ditindaklanjuti, maka akan dibongkar paksa.
Reklame yang dianggap membahayakan, kata dia, secara visual terlihat karat di tiang-tiangnya, atau bisa juga terlalu menjorok ke jalan dengan ukuran jumbo.
BACA JUGA: Tanah Lungguh di Sardonoharjo Disewakan Tanpa Izin, Bagaimana Nasibnya?
Dari segi konstruksi, semua reklame yang berizin sudah dipastikan layak karena izin pun memiliki batas waktu yang kemudian harus diperpanjang.
Reklame yang tak berizin terkadang sulit ditemukan pemiliknya. Untuk kasus seperti ini biasanya Dinas PUPKP Sleman memasang pengumuman di situs serta menempel peringatan di tiang reklame tersebut dengan harapan segera ditindaklanjuti pemilik sebelum dibongkar paksa.
“Kami imbau untuk reklame yang tidak berizin agar segera mengurus izinnya. Kemudian pemilik reklame juga wajib memantau fisiknya, detail konstruksinya. Jika memang rawan untuk segera dibongkar atau diperkuat dengan tetap mengajukan izin,” ungkapnya.
Sebelumnya Dinas PUPKP Sleman telah membongkar paksa satu reklame berukuran 5 x 10 meter di jalan Magelang, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, beberapa waktu lalu.
Reklame ini dibongkar paksa setelah diberi peringatan tetapi tidak segera ditindaklanjuti pemiliknya. “Reklame ini dibongkar karena tidak berizin, kontruksi sudah lama. Kemudian posisi melintang ke jalan tidak boleh, membahayakan," ujar Kepala Sub Koordinator Pengawasan Bangunan, Dinas PUPKP Sleman, Andi Wibawa.
Pembongkaran tersebut melibatkan Satpol PP dan Polsek Sleman. Selain reklame tersebut, sebelumnya Dinas PUPKP juga telah memberi peringatan yang kemudian ditindaklanjuti dengan dibongkar sendiri oleh pemiliknya, yang berlokasi di Jombor dan Pelemgurih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Mesir mengalahkan Australia 4-2 lewat adu penalti dan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. The Pharaohs mengakhiri penantian sejak 1934.
Cek jadwal KRL Solo–Jogja Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Kecelakaan di Gedong Kuning Bantul tewaskan satu pengendara. Diduga akibat melawan arus, satu korban lainnya luka serius.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.