Advertisement
Angin Monsun Asia Diprediksi Menguat pada Desember, Ini Dampaknya ke Jogja
Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki awal musim penghujan di DIY, diprediksi potensi angin baratan atau monsun Asia menguat di Bulan Desember 2022. Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, Etik Setyaningrum, mengatakan hal tersebut mengindikasikan musim hujan sedang berlangsung.
Hal ini merupakan bagian dari La Nina Triple Dip yang sudah berlangsung sejak 2020. La Nina Triple Dip merupakan fenomena mendinginnya suhu permukaan laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di bawah kondisi normalnya, dan berlangsung tiga tahun berturut-turut. Fenomena ini berdampak pada pertumbuhan awan-awan hujan dan meningkatkan curah hujan di wilayah Indonesia secara umum.
Advertisement
“Berdasarkan monitoring, La Nina lemah diprediksi sampai akhir tahun 2022, dan berangsur ke netral di awal tahun 2023,” kata Etik, Kamis (20/10/2022).
Meski cenderung lemah, terdapat potensi hujan lebat atau sangat lebat terutama di wilayah DIY. Masyarakat diminta tetap waspada akan cuaca ekstrem ini, termasuk pada potensi genangan, banjir maupun longsor, terutama di daerah rawan bencana.
“Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang atau roboh. Jangan berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat dan petir,” katanya.
BACA JUGA: Pria Sleman Ikat dan Rampok Teman Kencannya, Lalu Menusuk Saksi dengan Pisau
Masyarakat juga perlu menyiapkan diri untuk menghadapi musim hujan, khususnya petani untuk menentukan pola tanam yang disesuaikan dengan awal musim hujan yang terjadi pada pertengahan Oktober 2022. Selama musim hujan perlu diwaspadai juga bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang yang berpotensi terjadi di daerah-daerah rawan bencana di DIY.
“Pada daerah dengan awal musim hujan yang jatuh lebih awal, perlu langkah-langkah penyesuaian di sektor pertanian, misalnya melakukan musim tanam lebih awal, menentukan varietas yang cocok terhadap iklim musim hujan, panen air hujan dan mengisi waduk untuk persiapan pada periode musim kemarau tahun depan,” kata Etik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KJRI Jeddah: Jemaah Umrah Korban Bus Terbakar Pulang 31 Maret
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Prameks 28 Maret dari Jogja ke Kutoarjo, Ini Rinciannya
- Empat Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 28 Maret 2026
- Nelayan Bantul Hilang di Muara Opak, Motor Terparkir di Hutan Mangrove
- Tabrakan Maut Lawan Truk Hino di Jalur Jogja-Wonosari, Pemotor Tewas
- Diguyur Hujan Deras, GT Purwomartani Sempat Ditutup Sementara
Advertisement
Advertisement





