Saham Bank Mandiri Melemah Usai Blokir Rekening Mas Botok
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman menilai program trilogi pembangunan di masa Presiden RI ke-2 Soeharto masih relevan diterapkan saat ini. Karena tujuan pembangunan itu mengedepan pemerataan, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas nasional.
Trilogi Pembangunan merupakan salah satu isi program dibentuk oleh Kabinet Pembangunan III pada masa Presiden Suharto periode 1978-1983. Kabinet Pembangunan III menyelenggarakan Pelita III, yang menekankan pada Trilogi Pembangunan dengan tujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila serta UUD 1945.
"Saya menilai Trilogi Pembangunannya Pak Harto ini masih sangat relevan sampai sekarang ini. Karena tujuannya untuk menciptakan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang,” kata Ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman dalam keterangan tertulisnya, Kamis (20/10/2022).
Baca juga: Waspadai Cuaca Ekstrem, Selama Oktober Sudah Terjadi 7 Kali Tanah Longsor di Bantul
Ia menambahkan pada masa pemerintah Soeharto proses pembangunannya tertata dan bertahap dengan program yang dikenal dengan rencana pembangunan Lima Tahun (Repelita). Mulai dari Repelita I hingga repelita VI yang disempurnakan dengan adanya garis Besar Haluan negara (GBHN). Adanya rencana pembangunan dan ditambah dengan GBHN, sehingga arah pembangunan jelas untuk lima tahun.
“Hal-hal positif saat pemerintah presiden Soeharto ini tidak ada salahnya jika diterapkan untuk pembangunan Indonesia saat ini ke arah yang lebih baik," katanya.
Trilogi Pembangunan yang terdiri dari stabilitas nasional yang dinamis, pertumbuhan ekonomi tinggi dan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya. Isi trilogi pembangunan ide Soeharto ini dinilai Gandung masih sangat layak untuk diterapkan sampai sekarang.
“Program Pak Harto masih sangat relevan jika diterapkan pada masa pemerintahan sekarang ini, di mana Presiden Joko Widodo sangat perhatian sekali dengan pemerataan pembangunan seperti salah sati isi dari trilogi pembangunan yakni pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya. Saat ini daerah terpencil sudah dibangun oleh Pak Jokowi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Rekomendasi 4 sepatu running nyaman untuk jalan jauh, mulai HOKA Clifton 9, Nike Pegasus 41, adidas Ultraboost Light hingga ASICS GEL-NIMBUS 28.
WhatsApp tiba-tiba mengirim kode OTP? Ketahui penyebabnya dan cara mengamankan akun agar terhindar dari upaya pengambilalihan.
Jepang menghadapi panas ekstrem dengan kulkas manusia seharga Rp167 juta yang membantu pekerja mendinginkan tubuh dalam hitungan menit.
Threads menguji fitur transkripsi otomatis podcast yang memungkinkan pengguna membaca isi klip audio tanpa menyalakan suara.
DPRD Gunungkidul menuntaskan KUA-PPAS Perubahan 2026. Pendapatan daerah turun Rp50,65 miliar dan RAPBD harus segera dibahas.