30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul mengaku sudah mendapatkan Surat Edaran (SE) dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY terkait dengan adanya ancaman bencana hidrometeorologi, terlebih adanya La Nina bahkan sudah berdampak di Bantul dengan intensitas hujan yang sudah mengguyur dengan curah hujan sedang sampai tinggi.
“Kami sudah siaga sejak jauh hari, dengan mengaktifkan kembali posko siaga bencana yang ada di 29 kalurahan, dan satu posko induk di BPBD Bantul,” kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Agus Yuli Herwanta, Kamis (20/10/2022).
Selain itu pihaknya juga sudah mengumpulkan berbagai intansi untuk sama-sama mitigasi bencana pada Jumat pekan lalu yang melibatkan TNI-Polri dan juga sukarelawan kebencanaan.
Kemudian pada Sabtu-Minggu (22-23/10/2022), semua sukarelawan kebencanaan di Bantul juga akan menggelar jambore di Pantai Baru yang akan diikuti sekitar 1.000 orang. Kemudian pihaknya juga sudah memastikan semua alat pendeteksi dini banjir atau EWS sudah dalam kondisi berfungsi, termasuk EWS untuk tanah longsor.
BACA JUGA: Kasus DBD Terus Naik, Bantul Andalkan WoW Mantul
Agus mengatakan dampak hujan tinggi sudah dirasakan di Bantul seperti adanya pergerakan tanah atau tanah longsor dan pohon tumbang.
Dari catatan BPBD Bantul selama Oktober, sudah terjadi tujuh kasus gerakan tanah atau tanah lngsor, 13 pohon tumbang, dan 44 titik dampak cuaca ekstrem seperti angin kencang. Sementara pada Oktober tahun lalu terjadi tujuh lokasi tanah longsor, angin kencang dengan dampak 11 titik dan delapan pohon tumbang.
Lebih lanjut Agus mengatakan berdasarkan data yang dirilis BPBD Bantul ada sekitar sebelas kapanewon yang punya potensi tinggi bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor. Untuk banjir diantaranya kapanewon Bantul, Kretek, Pleret, Pundong, Piyungan, Jetis dan Imogiri.
Kemudian bencana tanah longsor tersebar di tiga wilayah yang mayoritas merupakan wilayah dengan kontur tanah perbukitan, yakni kapanewon Pundong, Imogiri, dan Piyungan. Sementara untuk bencana angin kencang dan pohon tumbang hampir merata di seluruh kapanewon.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan berdasarkan perkiraan dari BMKG DIY bahwa di Bantul akan menghadapi musim hujan di atas rata-rata atau ekstrem mulai 3 Oktober lalu hingga Maret 2023 mendatang. Puncaknya musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2023.
Kondisi tersebut yang perlu diwaspadai adalah terjadinya bencana seperti banjir atau lupan air sungai, tanah longsor, dan angin kencang, “Sudah kita identifikasi peta rawan banjir dan longsor dan kebutuhan yang kita perlukan,” kata Halim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Jadwal KA Bandara YIA Senin 28 September 2026 tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.