Advertisement

GAGAL GINJAL AKUT: Tak Ada Kasus Baru Hari Ini, Dinkes DIY Tunggu Hasil Analisa Epidemiologi

Triyo Handoko
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 19:02 WIB
Arief Junianto
GAGAL GINJAL AKUT: Tak Ada Kasus Baru Hari Ini, Dinkes DIY Tunggu Hasil Analisa Epidemiologi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes DIY Setyarini Hestu Lestari saat menjelaskan perkembangan gagal ginjal akut pada anak di kantornya, Jumat (21/10 - 2022).

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Data Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY menunjukan belum ada penambahan kasus baru gagal ginjal akut pada anak per Jumat (21/10/2022). Total masih 13 anak yang mengalami gagal ginjal dan ditangani RSUP dr. Sardjito, di mana enam anak dari DIY sisanya luar DIY.

Dari enam anak DIY yang mengalami gagal ginjal tersebut, tiga di antaranya sudah meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam perawatan. Rentan usia anak yang mengidap gagal ginjal akut ini berkisar 1,5 tahun sampai 11,5 tahun.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Koordinasi dilakukan Dinkes DIY dengan Dinkes tingkat kabupaten/kota di bawahnya untuk menangani masalah ini. Penyelidikan epidemiologi terkait penyebab gagal ginjal akut pada anak juga tengah dilakukan. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit Dinkes DIY, Setyarini Hestu Lestari mengklaim telah berkoordinasi dengan berbagai pihak. “Kami sudah berkoordinasi langsung dengan Dinkes di tingkat kabupaten dan kota, kami juga tengah menunggu hasil analisa epidemiolog terkait dengan penyebab meninggalnya enam anak di RSUP dr. Sardjito,” ucap dia, Jumat. 

BACA JUGA: Apotek di Jogja Tarik Penjualan Lima Obat Sirop yang Dilarang BPOM, Tablet Jadi Rekomendasi

Dalam penyelidikan epidemiologi, jelas Rini, sudah dilakukan pengecekan riwayat konsumsi obat dan diverifikasi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes). “Dalam penyelidikan epidemiologi sudah menggunakan form dari Kemenkes, tinggal nanti menunggu hasilnya,” ujarnya.

Kini, Dinkes DIY fokus sosialisasi terkait dengan gagal ginjal akut pada anak ini sebagai upaya antisipasi. “Kami bikinkan surat edaran ke puskesmas-puskesmas, apotek, sampai organisasi profesi dokter untuk lebih berhati-hati terkait penyakit ini,” kata Rini. 

Rini juga meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada. “Sesuai edaran yang ada hindari obat sirup dulu, untuk para orang tua tolong dicek pipis anaknya apakah berkurang drastis atau bagaimana, jika ada keluhan-keluhan langsung periksa,” ujar dia.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

UKDW Jogja Meluluskan 342 Wisudawan

UKDW Jogja Meluluskan 342 Wisudawan

Jogjapolitan | 5 hours ago
Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadi Lokasi Acara Tasyakuran Pernikahan Kaesang-Erina, Ini 3 Fakta Puro Mangkunegaran

News
| Selasa, 06 Desember 2022, 21:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement