Dito Ariotedjo Ungkap Raja Arab Saudi Tawarkan Tambahan Kuota Haji
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Talkshow Kasus Gagal Ginjal Akut: Waspada Memilih Obat untuk Buah Hati yang diadakan Harian Jogja dan disiarkan lewat Youtube Harian Jogja, Senin (24/10/2022)./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Ibu dari bayi di Bantul yang meninggal dunia karena gagal ginjal menceritakan kronologi anaknya jatuh sakit hingga meninggal dunia akibat penyakit yang sampai sekarang masih diselubungi misteri.
Dalam Talkshow Kasus Gagal Ginjal Akut: Waspada Memilih Obat untuk Buah Hati yang diadakan Harian Jogja dan disiarkan lewat Youtube Harian Jogja, Senin (24/10/2022), Yuni W. Anggraeni menceritakan awal mula anaknya sakit hingga meninggal dunia.
Yuni sekeluarga mengalami infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA. Pada Sabtu, 17 September 2022, Yuni batuk dan pilek yang diawali demam. Keesokan harinya, anaknya yang berusia tujuh bulan mulai terserang demam dan Senin, 19 September 2022 mulai kejang. Anaknya juga diare dan urinenya berkurang. Sepekan kemudian, buah hatinya meninggal dunia.
Saat Yuni jatuh sakit, anaknya terlihat lemas dan sulit tidur.
“Anak saya setelah makan biasanya tidur. Ini agak kesulitan untuk tidur,” kata Yuni.
Malam hari berikutnya anaknya demam, tetapi masih mau makan dan minum meeski buang air kecilnya relatif berkurang.
“Apa yang ia makan, dikeluarkannya hampir seperti itu,” kata Yuni.
Setelah itu, anaknya mulai pucat dan kurang fokus.
“Kami tidak menyangka kalau itu gejala kejang, karena tidak ada riwayat kejang di keluarga kami. Karena ASI sampai Senin masih kurang, saya berinisiatif untuk memberikan susu formula,” ujar Yuni.
Susu formula diberikan Yuni dua kali, pukul 16.00 WIB dan pukul 21.00 WIB. Setelah minum, tiba-tiba anaknya kejang makin parah lalu dibawa ke rumah sakit dan selanjutnya dirujuk ke PKU Muhammadiyah Gamping.
Di sana, anak Yuni diberi obat melalui dubur. Saat itu dokter menyatakan anak Yuni dalam kondisi shock dan kritis. Setelah itu, bayi tujuh bulan itu dialihkan ke instalasi gawat darurat (IGD). Kondisi bayi tersebut makin buruk sehingga dilarikan ke PKU Muhammadiyah Jogja. Di rumah sakit Muhammadiyah, si bayi tak juga membaik dan kemudian dibawa ke RSUP Dr. Sardjito. Di rumah sakit pusat itulah Yuni diberi tahu bahwa anaknya mengalami gagal ginjal akut.
BACA JUGA: Tingkatkan Kewaspadaan Gagal Ginjal Anak, Dinkes Jogja Perketat Pemeriksaan
Yuni mengaku tidak memberikan obat apapun ke anaknya selama demam dan sakit. Namun ia mengonsumsi paracetamol tablet bermerek Sanmol dua kali ketika ia demam. Yuni belum berkonsultasi ke dokter ketika ia mengonsumsi Sanmol dalam kondisi menyusui.
“Karena setahu saya paracetamol tablet aman sesuai dengan dosisnya.”
Dokter RSUP Dr. Sardjito menyebut penyebab gagal ginjal akut yang diderita anak Yuni tak diketahui. Dengan demikian, penyakit itu benar-benar misterius.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dito Ariotedjo mengungkap Raja Arab Saudi menawarkan tambahan kuota haji untuk Indonesia saat pertemuan dengan Jokowi pada akhir 2023.
Jadwal layanan SIM Station Terminal Dhaksinarga Gunungkidul Jumat 18 September 2026. Lengkap dengan syarat BPJS Kesehatan dan lokasi SIM Keliling.
DPUPKP Sleman memperingatkan ancaman krisis hunian 10-20 tahun mendatang dan mendorong pengembangan hunian vertikal bagi warga berpenghasilan rendah.
Jadwal SIM Keliling Sleman Jumat 18 September 2026 di MPP, Simmade AMPTA, dan Satpas Polresta. Cek lokasi serta syarat perpanjangan SIM A dan C.
Ratusan warga Desa Pengkok, Kedawung, Sragen menggelar aksi unjuk rasa akibat listrik sering padam saat Magrib selama sebulan terakhir. Mereka menuntut PLN gant
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 18 September 2026 melayani 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Cek jam keberangkatan dan tarifnya.