Advertisement

Dijanjikan Seminggu, Pemilik Warung Terdampak Proyek Pertamina Belum Terima Ganti Rugi

CRA22
Kamis, 27 Oktober 2022 - 17:57 WIB
Arief Junianto
Dijanjikan Seminggu, Pemilik Warung Terdampak Proyek Pertamina Belum Terima Ganti Rugi Warga saat melihat jalan yang di bawahnya berlubang di Klangon, Sedayu, Bantul, beberapa waktu lalu. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Pemilik warung di Dusun Klangon, Kalurahan Argosari, Sedayu Bantul yang akses warungnya terdampak proyek pemasangan pipa bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina, hingga kini belum juga mendapat ganti rugi.

Diketahui proyek tersebut merupakan proyek PT Pertamina untuk pemasangan pipa BBM dari Lomanis, Cilacap, Jawa Tengah hingga Rewulu, Sedayu, Bantul.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pemilik warung, Bayu, mengaku telah bertemu dengan staf humas PT Nindya Karya selaku pelaksana proyek untuk membahas mengenai ganti rugi. “Pas ketemu, Pak Koko [staf Humas PT Nindya Karya], mengusahakan ganti rugi tersebut cair dalam waktu satu minggu. Tetapi ini sudah lebih dari satu minggu dan belum juga cair,” kata Bayu, Kamis, (27/10/2022).

Pada awalnya, PT Nindya Karya menumpuk pipa-pipa besi di depan warung milik Bayu. Pipa tersebut menumpuk hingga tiga bulan lamanya.

BACA JUGA: Diduga Korban Tabrak Lari, Petani Asal Kulonprogo Tewas di Bantul

Baru beberapa minggu lalu, pihak PT Nindya Karya memindahkan pipa setelah adanya komplain warga setempat dan surat yang dilayangkan oleh pihak kelurahan.

Bayu mengaku sudah tidak memikirkan besaran ganti rugi yang akan diberikan PT Nindya Karya. “Lha kami dari pihak keluarga itu sudah judreg. Pikir kami yang penting dapat ganti rugi dan mungkin tidak akan sesuai dengan harapan kami soalnya besaran ganti rugi masih mau diusahakan kalau kata Pak Koko sebelumnya,” kata Bayu.

Sementara itu, staf humas PT Nindya Karya, Koko menegaskan bahwa pihaknya akan secepatnya memberi ganti rugi kepada Bayu. “Rabu pekan depan [3/11] akan kami beri ganti rugi. Malah, kalau bisa secepatnya,” kata Koko dikonfirmasi pada Kamis.

Advertisement

Lebih jauh, dia mengaku masih melakukan geo radar di Sungai Progo. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui hambatan pekerjaan PT Nindya Karya di samping juga menentukan metode kerja booring.

“Kami usahakan secepatnya selesai. Karena dari 180 kilometer pengerjaan [pipa] ini tersisa empat kilometer [yang masih belum selesai],” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa jalan Dusun Klangon yang sebelumnya dicor dan meninggalkan lubang atau growong di bagian bawah telah diperbaiki. “Sudah kami perbaiki dengan memadatkan tanah,” kata dia.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kemenkes Buka Lowongan 88.370 PPPK Tenaga Kesehatan

News
| Minggu, 27 November 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement