Advertisement

Yastroki DIY Gelar Jambore Stroke Indonesia #1, Ratusan Orang Stroke Berbagi Pengalaman

Lajeng Padmaratri
Senin, 31 Oktober 2022 - 08:07 WIB
Lajeng Padmaratri
Yastroki DIY Gelar Jambore Stroke Indonesia #1, Ratusan Orang Stroke Berbagi Pengalaman Jambore Stroke Indonesia 1 yang diselenggarakan Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) DIY pada 29/30 Oktober di Jogja. / Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Ratusan orang stroke dan insan pasca stroke berkumpul dan berbagi pengalaman menggapai kesembuhan dalam Jambore Stroke Indonesia #1 (JSI #1) yang diselenggarakan Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) DIY pada 29-30 Oktober di Jogja.

Ketua Yastroki DIY, Paryono menuturkan seribu lebih orang berkampanye hidup sehat dan jangan sampai kena stroke dalam jambore tersebut. Pasalnya, penyakit ini termasuk penyebab kematian tertinggi dan angka kecacatan tertinggi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Acara ini digelar di sejumlah tempat, mulai dari Grand Inna Malioboro, di Embung Tambakboyo, dan ditutup dengan kirab di Malioboro. Jambore ini juga ditayangkan secara live di YouTube dan diikuti oleh peserta di Zoom, totalnya 10.000 orang yang terlibat secara daring.

“Siapapun tak ingin kena stroke, tetapi kenyataannya di Jogja menduduki ranking ketiga dengan jumlah penyandang stroke di Indonesia. Bahkan data yang dimiliki oleh Jogja Stroke Club, anak muda seumuran SMA sudah ada yang kena stroke,” kata Paryono melalui rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (31/10/2022).

Adapun tema yang diambil dalam JSI #1 ini adalah Perang Semesta Melawan Stroke. Tema itu dimaksudkan terjadinya gerakan secara kolektif dan terintegratif dalam menangani, mencegah, dan mengobati stroke.

“Stroke bisa dicegah, diobati, dan dipulihkan, oleh karenanya kita juga bersinergi dan berkolaborasi dengan banyak pihak agar terjadi kolaborasi dan mengatasi pertumbuhan penyandang stroke yang memang sangat memprihatinkan” kata Ketua Panitia Pusat The World Stroke Day dan JSI #1 Mayjen TNI Purn. Tugas Ratmono.

Ratusan orang stroke itu pun berkumpul di jambore. Bahkan, ada peserta yang ketika hampir dua puluh tahun kena stroke justru bisa menghasilkan puluhan buku. Ada juga pejabat TNI yang ketika stroke tetap dipercaya menjadi kepala riset RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Letkol CKM Robinson Siregar mengungkapkan pengalamannya ketika stroke yang justru diamanahi sebagai periset di RSPAD Gatot Soebroto. “Intinya setiap penyakit apapun yang melanda kita, tetap selalu bersyukur karena masih diberi harapan untuk hidup dan menjalani kehidupan. Kalaupun stroke saya semangat berkarya dan ternyata bahagia dan bersyukur itu adalah obat terbaik untuk menyembuhkan stroke,” kata Robinson optimistis.

Advertisement

Saat talkshow juga muncul banyak harapan dari para strokers dari beberapa provinsi di Indonesia agar rumah sehat memiliki program kebersamaan dalam penyembuhan dan pengendalian angka stroke agar tidak meningkat. Orang memiliki kesadaran baru bahwa perilaku sehat itu penting termasuk menjaga pola makan agar tidak terkena stroke.

Siapapun bisa kena stroke dan komunitas stroke sebagai media menjalin kolaborasi dan kebersamaan dalam menyembuhkan stroke belum banyak tumbuh di setiap kecamatan atau kabupaten.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kantor Nasdem Dilempar Telur Busuk, Demokrat Curiga Ada yang Ingin Adu Domba

News
| Minggu, 04 Desember 2022, 12:27 WIB

Advertisement

alt

Wisata ke Singapura via Batam, Begini Triknya

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 05:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement