Delapan Pekerja di Gunungkidul Kena PHK, Efisiensi Mulai Berdampak
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
Ketua Dewi Kampus, Suheri saat menerima penghargaan ADWI 2022, Minggu (31/10/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Desa Wisata Kaluaharan Tepus (Dewi Kampus) di Kapanewon Tepus berhasil meraih peringkat kedua untuk kategori suvenir di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Penghargaan ini diharapkan berdampak positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan malam penghargaan ADWI 2022 dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) digelar pada Minggu (30/10/2022) malam. Pada ajang tersebut, Dewi Kampus dari Kapanewon Tepus menjadi wakil Gunungkidul dan berhasil meraih peringkat kedua untuk kategori suvenir.
“Selain wakil dari Gunungkidul, ada juga wakil dari Kulonprogo yang meraih peringkat ketiga untuk kategori desa wisata berkembang,” kata Aldian kepada wartawan, Senin (31/10/2022).
Menurut dia, ada tujuh kategori penilaian dalam ADWI 2022. Selain, suvenir dan desa wisata berkembang, juga ada penilaian untuk CHSE; Digital dan Kreatif; Homestay dan Toilet Umum. “Dewi Kampus dapat nomor dua untuk kategori suvenir,” katanya.
BACA JUGA: Pegadaian Bangun Rumah Digital di Kalurahan Mertelu Gunungkidul
Aldian memberikan apresiasi atas prestasi yg telah diraih. Diharapakan dengan penghargaan ini wisata yang dikelola bisa lebih maju serta ditiru oleh desa wisata lainnya di Bumi Handayani. “Akan terus kami dorong serta memberikan pendampingan dalam pengelolaan destinasi,” kata mantan Kepala Bagian Organisasi ini.
Ketua Dewi Kampus, Suheri mengatakan bangga dengan penghargaan yang telah diperoleh dalam ADWI 2022. Diharapkan dengan adanya kekayaan dan potensi Tepus seperti wisata alam, wisata budaya, dan UMKM yang dimiliki mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia mencontohkan, keberadaan kerajinan perak terus berkembang dan mampu menghidup lebih dari 100 perajin. “Kerajinan perak yang dihasilkan sudah banyak dipasok ke sentra kerajinan di Kota Jogja,” katanya.
Menurut Heri, pengembawan wisata di Dewi Kampus tidak lepas dari pemkab serta Pemerintah DIY. Dia mengaku banyak dibantu Dinas Priwisata DIY dan Gunungkidul serta dukungan dana keistimewaan DIY. “Kami berkomitmen untuk pengembangan wisata yang lebih baik lagi,” katanya.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan, dua penghargaan yang diraih dua desa wisata di DIY dapat memberikan dampak positif pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Ia juga berharap desa wisata ini mampu membagi ilmu untuk berkembang dan sukses bersama.
“Tidak boleh maju sendiri, sukses sendiri, tetapi semua harus berjalan bersama-sama. Banyak potensi dan ide-ide tertentu yang bisa dimunculkan dan digali untuk dikembangkan oleh desa yang lain,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Delapan pekerja di Gunungkidul terkena PHK hingga akhir Juni 2026. Efisiensi perusahaan dan kondisi ekonomi global disebut menjadi pemicu utama.
IHSG melemah ke 5.984 dipicu sentimen global, geopolitik, dan sikap hati-hati investor jelang keputusan The Fed.
OBT2 Ragnarok Zero: Global resmi dibuka. Cek fitur baru seperti Get Poring, RO Factory, MVP Raid, dan cara ikut beta test sekarang.
Lionel Messi memimpin top skor Piala Dunia 2026 dengan 8 gol, mengungguli Mbappe dan Haaland.
Meta meluncurkan Muse Image, AI pembuat gambar dari teks yang bisa pakai foto Instagram publik. Simak fitur dan isu privasinya.
Fasilitas kampung nelayan Rp22 miliar di Poncosari Bantul belum beroperasi karena serah terima aset belum selesai.