DPRD Sleman Pelajari Pola Kemitraan Media di Surabaya
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
Warga mengikuti senam Zumba dalam peringatan Hari Kesehatan nasional ke-58, di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (4/11/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
SLEMAN—Masalah kesehatan mulai dari Covid-19 hingga yang paling baru gagal ginjal akut masih mengintai masyarakat. Berbagai masalah kesehatan tersebut perlu dihadapi dengan transformasi pelayanan kesehatan dan pola hidup sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama menjelaskan transformasi pelayanan kesehatan di Kabupaten Sleman dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya dengan terus berbenah dan berkembangnya pelayanan di seluruh rumah sakit yang ada di Sleman.
“28 rumah sakit yang ada di Sleman juga akan berkembang terus. Saat ini RSUD Sleman sudah bisa melayani pengobatan kanker atau dengan kemo terapi. Tidak usah jauh-jauh. Akan kami kembangkan terus dengan alat-alat yang lebih canggih,” ujarnya dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-58, di Lapangan Pemda Sleman, Jumat (4/11/2022).
Di bidang pembiayaan, saat ini universal health cover (UHC) rate mencapai 96,6%. Artinya, masyarakat di Sleman kalau sakit seharusnya sudah tidak memikirkan biaya lagi, karena sudah ditanggung pemerintah melalui kanalnya masing-masing.
"Bagi mereka yang kartu JKN menunggak, di-PHK, ODGJ, sudah dibuatkan kanal untuk dilayani dengan kartu JKN UHC. Itu sifatnya sakti. Datang ke Pemda melalui UHC, begitu ada masalah kesehatan kartu langsung bisa digunakan. Kartu berwujud nomor, atau pakai NIK. JKN tidak perlu fisik, cukup menunjukkan NIK sudah bisa dilayani kalau sudah tercakup di UHC,” ungkapnya.
Transformasi pelayanan kesehatan juga dilakukan dibidang teknologi informasi. Melalui berbagai aplikasi, diharapkan dapat memudahkan pelayanan ke puskesmas atau rumah sakit. Masyarakat bisa menggunakan aplikasi untuk mendaftar secara online.
“Tidak usah takut dengna berbagai penyakit tersebut, tapi yang kami harapkan tetap waspada. Di Sleman sistem kesehatannya sudah tanguh. Setiap kali ada permasalahan, ketangguhan sosial masayrakat Sleman juga cukup bagus. Sistem kesehatan juga kuat,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Staf Ahli Bupati Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sleman, Mafilindati Nuraini, membacakan sambutan dari Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. “Kegiatan ini membawa semangat positif untuk sehat, berprestasi bagi masyarakat di Sleman,” katanya.
Ia berharap masyarakat Sleman dapat mendukung program transformasi pelayanan kesehatan dengan pola hidup sehat. “Dengan mengkonsumsi makanan sehat dalam jumlah cukup dan membiasakan hidup sehat dan bersih,” ungkapnya.
Selain peringatan HKN ke-58, kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian Hari Bakti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-72. Bekerja sama dengan Lions Club Magelang Borobudur Host, peringatan ini diramaikan dengan senam Zumba dan pemeriksaan kesehatan yang diikuti masyarakat umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Sleman mempelajari pola kolaborasi pemerintah dan media di Surabaya untuk memperkuat komunikasi publik dan literasi informasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.
Korlantas Polri menegaskan informasi aturan baru denda ban gundul Rp250.000 adalah hoaks. Sanksi tersebut sudah diatur dalam UU LLAJ.
Febri Diansyah mengungkap alasan menerima penunjukan sebagai kuasa hukum eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menegaskan fokus pada pembelaan hukum klien.