Advertisement

Mahasiwa Asing Ikuti Posyandu di Kulonprogo

Media Digital
Rabu, 09 November 2022 - 07:27 WIB
Budi Cahyana
Mahasiwa Asing Ikuti Posyandu di Kulonprogo Mahasiwa dari luar negeri yang tergabung dalam Program Summer Course Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menggelar sejumlah kegiatan bertema kesehatan dan lingkungan di Kapanewon Pengasih, Selasa (9/11/2022). - Harian Jogja

Advertisement

KULONPROGO—Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FK-KMK) UGM menjadi tuan rumah Summer Course 2022 on Interprofessional Healthcare dengan tema Environmental Sustainabillity for Healthier am Happier Life. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa asal UGM dan luar negeri ini berfokus pada kesehatan lingkungan di tingkat masyarakat.

Ada 214 mahasiswa yang menjadi peserta summer course yang digelar 31 Oktober-11 November 2022. Dari jumlah tersebut, 60 mahasiwa berasal dari UGM, sementara 154 peserta lainnya merupakan mahasiswa mitra luar negeri UGM, seperti VU Medical Center, Belanda; University of Gothenburg, Swedia; Kunming Medical Center University, China dan lainnya. Tahun ini summer course dilaksanakan secara hibrida daring dan luring.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan FK-KMK UGM Ahmad Hamim Sadewa menerangkan Summer dan Winter Course pertama kali digelar 2016. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan tambahan kepada para mahasiswa mengenai masalah terkini yang terjadi di lingkungan masyarakat.

"Yang kedua, memberi kesempatan bagi mahasiswa asing dari luar negeri untuk bergabung dan mengikuti kegiatan langsung ke masyarakat. Oleh karena itu, sebagian acaranya kegiatan yang menginap di desa, kemudian ikut berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat, melihat kondisi di sekolah dasar, posyandu, dan sebagainya," katanya, Selasa (9/11/2022).

Summer course juga menjadi wadah terjalinnya kerja sama berbagai ahli. Ada dua agenda utama dalam Summer course, yakni penyelenggaraan pertemuan tatap muka di kelas, dan kegiatan peserta di beberapa wilayah puskesmas di Kulonprogo. "FKKMK UGM terus berusaha untuk mendekat ke masyarakat karena salah satu ciri dari UGM dan juga tentunya FKKMK adalah ciri kerakyatan," katanya.

Dosen pembimbing lapangan Pengasih 1 Summer Course Tony Arjuna mengatakan melalui acara ini semua mahasiswa terutama mereka yang mempelajari bidang kesehatan mulai sejak dini memiliki kesadaran yang baik tentang menjaga kesehatan lingkungan. Kesehatan lingkungan dinilai berperan penting terhadap kualitas dan kesehatan hidup manusia di manapun mereka berada.

"Summer course diselenggarakan selama dua pekan, di mana pada pekan pertama berisi kuliah selama tiga hari. Tahun ini ada 13 pembicara dari berbagai negara, seperti Belanda, Malaysia, Amerika Serikat, Thailand, Australia, Inggris dan Singapura. Mereka berkontribusi sesuai dengan latar belakangan keilmuan mereka tentang apa yang bisa diperbaiki dari kesehatan lingkungan itu," katanya.

Di Pengasih, mahasiwa peserta summer course menggelar penyuluhan dan praktik sikat gigi yang sehat di SD Gebangan. Mahasiwa juga diajak mengikuti kegiatan Posyandu, pengolahan bank sampah hingga pengelolaan lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Wanita Tani.

Advertisement

Salah satu mahasiwa asal Belanda Bibian mengaku sangat tertarik dengan sistem kesehatan dan kebersihan lingkungan di Indoensia. Dia ingin mempelajari bagaimana peran lingkungan terhadap kesehatan seseorang. Apa yang dialami Bibian dalam acara ini menjadi pengalaman berharga baginya sebagai calon dokter.

"Sistem kesehatan di Indonesia dan Belanda sangat berbeda. Di Belanda peraturan sangat ketat dengan pemeriksaan rutin yang dilakukan secara teratur. Di Indonesia system kesehatan tidak terlalu mengikat. Semua ada kekurangan dan kelebihannya, harapannya kedua negara bisa saling belajar satu sama lainnya," katanya. (***)

 

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Petani Lereng Merapi Tanam Alpukat Jumbo, Harganya Sampai Rp40.000

News
| Sabtu, 10 Desember 2022, 07:37 WIB

Advertisement

alt

Liburan di DIY saat Akhir Tahun? Fam Trip di Lokasi-Lokasi Ini Layak Dicoba

Wisata
| Jum'at, 09 Desember 2022, 16:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement