Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ilustrasi titik tanah longsor di Semin./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlangsung hingga 31 Desember 2022. Masyarakat pun diminta waspada berkaitan dengan potensi bencana akibat dari cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi ditetapkan sejak 3 Oktober 2022. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati No.312/KTPS/2022. “Sudah ditetapkan dan berlaku hingga akhir tahun,” katanya kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).
Dia menjelaskan, penetapan status ini sangat situasional karena bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan. “Nanti dilihat perkembangannya seperti apa? Kalau potensi bencana masih ada, maka bisa diperpanjang,” katanya.
Mantan Panewu Purwosari ini mengungkapkan, dengan adanya penetapan status ini, maka BPBD diwajibkan menyusun program antisipasi dan melaksanakan kegiatan siaga darurat bencana hidrometeorologi. Menurut dia, upaya apel siaga telah dilakukan serta menyiapkan personel guna penanganan pada saat terjadinya musibah.
“Upaya mitigasi terus dilakukan ke masyarakat melalui kalurahan tangguh bencana, forum pengurangan risiko bencana ataupun relawan-sukarelawan lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Tersangka Ajak Damai Keluarga Siswa Korban Atap Runtuh di Gunungkidul
Dia berharap kepada masyarakat untuk ikut waspada terhadap potensi bencana sebagai dampak dari terjadinya cuaca ekstrem. Hasil identifikasi yang telah dilakukan, ada beberapa potensi bencana mulai dari angin kencang, banjir hingga tanah longsor.
Menurut Purwono, upaya pemetaan juga telah dilakukan sebagai bagiand dari kesiapsiagaan kebencanaan. Sebagai contoh, potensi rawan longsor banyak terjadi di zona utara seperti dari Kapanewon Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Semin hingga Ponjong.
Adapun kerawan banjir ada di sepanjang aliran Kalioya dan beberapa wilayah di Kapanewo Girisubo. “Untuk angin kencang potensinya merata di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, sejak awal musim hujan hingga sekarang sudah terjadi beberapa kejadian mulai dari tanah longsor hingga banjir.
Dia mencontohkan, pada Senin (14/11/2022) ada sejumlah peristiwa mulai dari pohon tumbang, banjir hingga longsor di beberapa titik karena hujan deras.
“Semua sudah tertangani. Pohon yang tumbang juga telah dievakuasi sehingga tidak menggangu jalan bagi masyarakat. untuk banjir juga sudah surut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Pantai Glagah jadi motor lonjakan PAD pariwisata Kulonprogo 2026. Kunjungan wisatawan ikut meningkat tajam.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.
Pemerintah siapkan jutaan lapangan kerja dari hilirisasi, pangan, hingga ekonomi hijau. Ini sektor paling menjanjikan.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.