Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi titik tanah longsor di Semin./Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi yang berlangsung hingga 31 Desember 2022. Masyarakat pun diminta waspada berkaitan dengan potensi bencana akibat dari cuaca ekstrem.
Kepala BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan penetapan status siaga darurat bencana hidrometeorologi ditetapkan sejak 3 Oktober 2022. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan Bupati No.312/KTPS/2022. “Sudah ditetapkan dan berlaku hingga akhir tahun,” katanya kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).
Dia menjelaskan, penetapan status ini sangat situasional karena bisa diperpanjang sesuai dengan kondisi di lapangan. “Nanti dilihat perkembangannya seperti apa? Kalau potensi bencana masih ada, maka bisa diperpanjang,” katanya.
Mantan Panewu Purwosari ini mengungkapkan, dengan adanya penetapan status ini, maka BPBD diwajibkan menyusun program antisipasi dan melaksanakan kegiatan siaga darurat bencana hidrometeorologi. Menurut dia, upaya apel siaga telah dilakukan serta menyiapkan personel guna penanganan pada saat terjadinya musibah.
“Upaya mitigasi terus dilakukan ke masyarakat melalui kalurahan tangguh bencana, forum pengurangan risiko bencana ataupun relawan-sukarelawan lainnya,” katanya.
BACA JUGA: Tersangka Ajak Damai Keluarga Siswa Korban Atap Runtuh di Gunungkidul
Dia berharap kepada masyarakat untuk ikut waspada terhadap potensi bencana sebagai dampak dari terjadinya cuaca ekstrem. Hasil identifikasi yang telah dilakukan, ada beberapa potensi bencana mulai dari angin kencang, banjir hingga tanah longsor.
Menurut Purwono, upaya pemetaan juga telah dilakukan sebagai bagiand dari kesiapsiagaan kebencanaan. Sebagai contoh, potensi rawan longsor banyak terjadi di zona utara seperti dari Kapanewon Patuk, Nglipar, Gedangsari, Ngawen, Semin hingga Ponjong.
Adapun kerawan banjir ada di sepanjang aliran Kalioya dan beberapa wilayah di Kapanewo Girisubo. “Untuk angin kencang potensinya merata di seluruh wilayah di Gunungkidul,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi mengatakan, sejak awal musim hujan hingga sekarang sudah terjadi beberapa kejadian mulai dari tanah longsor hingga banjir.
Dia mencontohkan, pada Senin (14/11/2022) ada sejumlah peristiwa mulai dari pohon tumbang, banjir hingga longsor di beberapa titik karena hujan deras.
“Semua sudah tertangani. Pohon yang tumbang juga telah dievakuasi sehingga tidak menggangu jalan bagi masyarakat. untuk banjir juga sudah surut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21