Advertisement

BPBD: Seluruh Objek Wisata di Gunungkidul Simpan Potensi Bencana

David Kurniawan
Rabu, 02 November 2022 - 19:17 WIB
Arief Junianto
BPBD: Seluruh Objek Wisata di Gunungkidul Simpan Potensi Bencana Ilustrasi objek wisata di Gunungkidul. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul telah membuat kajian risiko bencana di Bumi Handayani. Salah satu hasilnya menyatakan bahwa keindahan alam di destinasi wisata menyimpan potensi bencana.

Kepala Seksi Pencegahan, BPBD Gunungkidul, Agus Wibawa mengatakan, seluruh destinasi wisata di Gunungkidul menyimpan potensi bencana. Hal itu terlihat dari peta kajian risiko bencana yang dibuat di tahun ini.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Dia mencontohkan, untuk kawasan pantai ada potensi gempa dan tsunami. Sedangkan di kawasan wisata susur sungai seperti di Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk berpotensi terjadinya banjir.

Hal sama juga terlihat di kawasan perbukitan maupun pengununan yang berpotensi terjadinya longsor. “Memang di balik keindahan alam di Gunungkidul menyimpan potensi bencana,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (2/11/2022).

BACA JUGA: Proyek Pelabuhan Gesing di Gunungkidul Diharapkan Segera Selesai

Tindak lanjut dari kajian ini, BPBD Gunungkidul berkomitmen meningkatkan mitigasi bencana di kawasan wisata. Sebagai contoh, upaya mitigasi telah dilakukan di kawasan pesisir berkaitan dengan ancaman tsunami.

Guna mengurangi dampak dari bencana ini, sudah dibentuk forum pengurangan risiko bencana. Pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi juga dipasang menuju ke tempat yang lebih aman.

“Hal yang sama juga dilakukan di tempat lain. Misalnya, kami pernah berkomunikasi dengan manajemen HeHa Ocean View terkait dengan cara penanggulangan bencana yang dijalankan,” katanya.

Advertisement

Meski demikian, dia tidak menampik belum semua destinasi diberikan sosialisasi secara langsung. Hal ini tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki.

Agus mengungkapkan keterbarasan tersebut disiasati dengan jaringan komunkasi di media sosial. Ia tidak menampik banyak anggota kelompok sadar wisata yang ikut tergabung dalam forum sukarelawan penanganan bencana.

“Jadi kalau ada update data cuaca dari BMKG kami share, tujuannya agar bisa disampaikan ke masing-masing pengelola wisata sebagai bagian dari mitigasi bencana,” katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Awan Panas Semeru Masih Keluar, BPBD Lumajang Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

News
| Senin, 05 Desember 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement