Skrining TBC Gunungkidul Belum Optimal, Kesadaran Warga Jadi Kendala
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Ilustrasi objek wisata di Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul telah membuat kajian risiko bencana di Bumi Handayani. Salah satu hasilnya menyatakan bahwa keindahan alam di destinasi wisata menyimpan potensi bencana.
Kepala Seksi Pencegahan, BPBD Gunungkidul, Agus Wibawa mengatakan, seluruh destinasi wisata di Gunungkidul menyimpan potensi bencana. Hal itu terlihat dari peta kajian risiko bencana yang dibuat di tahun ini.
Dia mencontohkan, untuk kawasan pantai ada potensi gempa dan tsunami. Sedangkan di kawasan wisata susur sungai seperti di Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk berpotensi terjadinya banjir.
Hal sama juga terlihat di kawasan perbukitan maupun pengununan yang berpotensi terjadinya longsor. “Memang di balik keindahan alam di Gunungkidul menyimpan potensi bencana,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (2/11/2022).
BACA JUGA: Proyek Pelabuhan Gesing di Gunungkidul Diharapkan Segera Selesai
Tindak lanjut dari kajian ini, BPBD Gunungkidul berkomitmen meningkatkan mitigasi bencana di kawasan wisata. Sebagai contoh, upaya mitigasi telah dilakukan di kawasan pesisir berkaitan dengan ancaman tsunami.
Guna mengurangi dampak dari bencana ini, sudah dibentuk forum pengurangan risiko bencana. Pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi juga dipasang menuju ke tempat yang lebih aman.
“Hal yang sama juga dilakukan di tempat lain. Misalnya, kami pernah berkomunikasi dengan manajemen HeHa Ocean View terkait dengan cara penanggulangan bencana yang dijalankan,” katanya.
Meski demikian, dia tidak menampik belum semua destinasi diberikan sosialisasi secara langsung. Hal ini tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Agus mengungkapkan keterbarasan tersebut disiasati dengan jaringan komunkasi di media sosial. Ia tidak menampik banyak anggota kelompok sadar wisata yang ikut tergabung dalam forum sukarelawan penanganan bencana.
“Jadi kalau ada update data cuaca dari BMKG kami share, tujuannya agar bisa disampaikan ke masing-masing pengelola wisata sebagai bagian dari mitigasi bencana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
WIG 2026 resmi dibuka di Solo. Solo dan Jogja menjadi pusat rangkaian untuk membawa gastronomi Indonesia menuju pengakuan global.
Musim hujan diperkirakan mundur akibat El Nino. Pakar UGM meminta petani menyesuaikan kalender tanam dan memperkuat diversifikasi pangan.
Wellnesia mengembangkan wellness tourism di Jogja dengan memadukan aktivitas kesehatan, budaya Jawa, komunitas, dan kepedulian terhadap alam.
Kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dilimpahkan ke Mabes Polri. Sebanyak 69 orang masih dalam pencarian hingga 28 September 2026.
Taj Yasin mencari terobosan pembiayaan hijau bagi IKM Jateng karena biaya awal teknologi ramah lingkungan masih mahal.