Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi objek wisata di Gunungkidul./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – BPBD Gunungkidul telah membuat kajian risiko bencana di Bumi Handayani. Salah satu hasilnya menyatakan bahwa keindahan alam di destinasi wisata menyimpan potensi bencana.
Kepala Seksi Pencegahan, BPBD Gunungkidul, Agus Wibawa mengatakan, seluruh destinasi wisata di Gunungkidul menyimpan potensi bencana. Hal itu terlihat dari peta kajian risiko bencana yang dibuat di tahun ini.
Dia mencontohkan, untuk kawasan pantai ada potensi gempa dan tsunami. Sedangkan di kawasan wisata susur sungai seperti di Gua Pindul, Air Terjun Srigetuk berpotensi terjadinya banjir.
Hal sama juga terlihat di kawasan perbukitan maupun pengununan yang berpotensi terjadinya longsor. “Memang di balik keindahan alam di Gunungkidul menyimpan potensi bencana,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (2/11/2022).
BACA JUGA: Proyek Pelabuhan Gesing di Gunungkidul Diharapkan Segera Selesai
Tindak lanjut dari kajian ini, BPBD Gunungkidul berkomitmen meningkatkan mitigasi bencana di kawasan wisata. Sebagai contoh, upaya mitigasi telah dilakukan di kawasan pesisir berkaitan dengan ancaman tsunami.
Guna mengurangi dampak dari bencana ini, sudah dibentuk forum pengurangan risiko bencana. Pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi juga dipasang menuju ke tempat yang lebih aman.
“Hal yang sama juga dilakukan di tempat lain. Misalnya, kami pernah berkomunikasi dengan manajemen HeHa Ocean View terkait dengan cara penanggulangan bencana yang dijalankan,” katanya.
Meski demikian, dia tidak menampik belum semua destinasi diberikan sosialisasi secara langsung. Hal ini tak lepas dari keterbatasan anggaran yang dimiliki.
Agus mengungkapkan keterbarasan tersebut disiasati dengan jaringan komunkasi di media sosial. Ia tidak menampik banyak anggota kelompok sadar wisata yang ikut tergabung dalam forum sukarelawan penanganan bencana.
“Jadi kalau ada update data cuaca dari BMKG kami share, tujuannya agar bisa disampaikan ke masing-masing pengelola wisata sebagai bagian dari mitigasi bencana,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 19 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Nyeri dada seperti ditusuk bisa menjadi tanda robekan aorta mematikan. Dokter mengingatkan penanganan cepat penting untuk mencegah kematian.
Harga emas Pegadaian hari ini naik. Emas Antam tembus Rp2,887 juta per gram, UBS Rp2,845 juta, dan Galeri24 Rp2,782 juta.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.