MAXI Yamaha Day 2026 Tawangmangu Satukan Ratusan Bikers Jateng
MAXI Yamaha Day 2026 di Tawangmangu diikuti lebih dari 700 bikers dan ribuan pengunjung, menghadirkan touring, hiburan, serta aksi sosial.
Bedah buku Aneka Ramuan Jamu Tradisional / Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah menggelar bedah buku " Aneka Ramuan Jamu Tradisional," karya Cahya Novitasari untuk Kebugaran bertempat di Pendopo Suparjono, Ngijo, Demangan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Selasa (15/11/2022). Acara tersebut dihadiri oleh warga setempat.
Dalam acara tersebut hadir beberapa pembicara seperti Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Bantul, Anugrah Wiendyasari, PD. Penerbit Andi, Anna, dan Dosen & Peneliti Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Ines Septi Arsiningtyas.
Ratusan warga Ngijo menghadiri acara tersebut. Mereka tampak antusias dengan sesekali memberikan pertanyaan kepada para pembicara. Meskipun begitu, acara tersebut kurang lengkap karena penulis buku, Cahya Novitasari berhalangan untuk hadir. Meskipun begitu buku tersebut mendapat apresiasi dari sejumlah pihak.
Ketua Komisi B DPRD DIY, Andriana Wulandari, menyampaikan bahwa bedah buku ini merupakan kerja kemitraan antara DPRD DIY dalam hal ini Komisi B dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bantul.
“Ini juga dalam rangka memotivasi kembali untuk warga bisa melek terhadap informasi tidak hanya mengakses atau mencari informasi lewat HP. Buku ini adalah Jendela dunia sehingga dapat meningkatkan ilmu pengetahuan untuk memberi motivasi maupun meningkatkan ekonomi masyarakat,” ucap Indriyana. Dirinya menyampaikan dengan buku ini warga bisa secara mandiri memproduksi dan menanam jamu.
Meskipun acara bedah buku yang dilakukan masih terbatas, Wanita yang dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan pihaknya akan berupaya untuk meningkatkan kegiatan serupa.
Anna, dari penerbit Andi menyampaikan alasan mengapa menerima buku Aneka Ramuan Jamu Tradisional untuk Kebugaran untuk diterbitkan. Anna mengatakan bahwa buku ini bukan karena terkait tentang jamu saja tapi juga soal khasiatnya.
“Di DIY dan pulau Jawa sendiri sudah sangat dekat dengan khasiat dan kegunaan jamu. Buku ini menyajikan bagaimana jamu bisa dijadikan sebagai peluang bisnis dari bahan-bahan alami. Karena banyak produk yang ditarik dari peredaran karena masih ada campuran non alami,” ujarnya.
Dosen dan Peneliti Fakultas Teknobiologi UAJY, Ines Septi Arsiningtyas menyampaikan menyebut bahwa bahan jamu empon-empon yang ada di dapur rumah tangga bisa dijadikan sebagai jamu yang berkhasiat. Dirinya mengatakan semakin banyak jenis jamu maka masyarakat melalui kreativitasnya dapat mengolah menjadi jamu untuk kesehatan.
Buku yang dibedah tersebut dapat memberikan manfaat bagi pengobatan tradisional menurut Kabid Pelayanan Kesehatan DinKes Kab. Bantul, Anugrah Wiendyasari. “Ini sangat membantu kami dalam metode kesehatan tradisional,” tutur Wiendyasari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MAXI Yamaha Day 2026 di Tawangmangu diikuti lebih dari 700 bikers dan ribuan pengunjung, menghadirkan touring, hiburan, serta aksi sosial.
Polres Kulonprogo menetapkan Lurah Garongan sebagai tersangka dugaan pungli layanan kalurahan. Polisi menemukan lebih dari satu korban.
Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran Himbara di Istana Merdeka untuk membahas ekonomi nasional di tengah sorotan kebijakan BI Rate.
Obesitas tidak hanya dipengaruhi genetik. Dokter gizi menyebut gaya hidup, pola makan, dan aktivitas fisik menjadi faktor utama pengendalian berat badan.
Gibran Rakabuming meminta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dikaji matang agar tidak merugikan warga dan mengganggu aktivitas sekolah.
Angka kematian ibu dan bayi di Bantul hingga Mei 2026 menurun dibanding tahun lalu. Dinkes memperkuat deteksi dini dan pemantauan kehamilan berisiko.