Endank Soekamti hingga Superman Is Dead Bakal Ramaikan Rebelfest 2026, Ini Jadwalnya
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Hujan lebat dan angin kencang di Kota Jogja./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, JOGJA--BMKG mengimbau kepada seluruh masyarakat DIY untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Mengingat kondisi saat ini terjadi fenomena La Nina yang berpotensi curah hujan terjadi dengan intensitas tinggi.
Kepala Stasiun Klimatologi DIY Reni Kraningtyas menjelaskan saat ini DIY telah memasuki awam musim hujan. Saat ini suhu muka laut di wilayah DIY cukup hangat sehingga memicu terbentuknya awan hujan, di sisi lain suhu muka laut sekitar Samudera Pasifik cenderung dingin. Hal ini menunjukkan anomali suhu muka laut sekitar Pasifik negatif. Jika suhu tersebut minus dari 0,5 artinya saat ini sedang berada dalam fenomena La Nina.
“La nina ini berdampak pada penambahan intenitas curah hujan di DIY khususnya. Selain mendapatkan pasokan uap dari benua Asia, kita juga mendapatkan pasokan uap air dari pasifik sehingga iklim saat ini cenderung basah,” katanya dalam diskusi di DPRD DIY, Jumat (25/11/2022).
Kondisi La Nina saat ini pada status moderat atau sedang yang ini diperkirakan akan berlanjut sampai Maret 2023 mendatang. La nina ini akan menambah intensitas curah hujan yang lebih dari pada biasanya untuk wilayah DIY dan sekitarnya. Saat hujan akan terjadi cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang petir.
“Keadaan ekstrem setiap wilayah berbeda, untuk DIY curah hujan di atas 50 milimeter per jam ini baru kita rasakan akan terjadi genangan atau banjir. Biasanya ketinggian air seukuran ban mobil itu di jalanan aspal,” katanya.
Sejumlah potensi bencana yang perlu diwaspadai selama La Nina ini di antaranya adalah banjir, angin kencang atau puting beliung yang disertai petir. Hal ini bisa terjadi di mana saja dan kapan saja di wilayah DIY ketika di suatu kawasan tumbuh awan cumulonimbus. Selain itu dengan curah hujan yang akan terjadi cenderung tinggi selama beberapa bulan ke depan maka potensi longsor juga terjadi di wilayah DIY.
BACA JUGA: Tertangkap Sehari Setelah Lamaran, Tahanan Kasus Narkoba Nikah di Polresta Sleman
“Karena kondisinya lebih basah, ketika tanpa la nina suplai uap air hanya dari Asia, tetapi karena saat ini ada la nina, dari Asia, barat dan timur dapat suplai uap air sehingga potensi hujan sangat tinggi dan potensi longsor di perbukitan,” katanya.
Ia menambahkan potensi bencana lainnya terkait dengan gelombang tinggi. Karena hujan lebat juga terjadi di perairan sehingga memicu terjadi angin kencang dan gelombang tinggi. Sehingga potensi bencana selanjutnya adalah abrasi di sekitar pesisir pantai. “Kondisi abrasi bisa terjadi di sepanjang pantai di DIY,” ujarnya.
Kepala BPBD DIY Bewara Yuswantana menyatakan semua unsur telah disiapkan dalam melakukan antisipasi bencana. Dari sisi personel BPBD DIY telah menyiagakan tim reaksi cepat yang siap melakukan penanganan selama 24 jam terutama untuk membantu kabupaten dan kota. Selain itu pada awal sebelum musim hujan telah dilakukan antisipasi seperti pemangkasan pohon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YK Rebelfest Vol. 3 digelar di Maguwoharjo dengan 23 penampil, mengusung tema Welcome Home Saudaraku dan konsep Lebaran Punk Rock.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.