RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang bersumber dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Bantul 2022 segera dicairkan dengan nilai sebesar Rp2,28 miliar.
Kepala Dinas Sosial Bantul, Gunawan Budi Santoso mengatakan ada 3.800 orang penerima BLT BBM dari APBD Bantul. Jumlah penerima BLT BBM tersebut merupakan warga miskin yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan belum mendapatkan bantuan serupa dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, beberapa waktu lalu.
“Sebanyak 3.800 penerima BLT BBM dari APBD Bantul dengan nilai rupiah per orang sebesar Rp600.000,” kata Gunawan, saat dihubungi Senin (28/11/2022).
Menurutnya, data itu merupakan usulan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mulai Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan; Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian; Dinas Perhubungan, dan ada juga perorangan yang ditentukan oleh Dinas Sosial.
Selain itu juga usulan dari Pemerintah Kalurahan. “Yang pasti datanya masuk dalam DTKS dan belum menerima bantuan baik Program Keluarga Harapan [PKH], Bantuan Pangan Non Tunai [BPNT] dan BLT bersumber dari APBN,” ujarnya.
Baca juga: "Piknik Pesona" Buka JAFF 2022
Adapun proses pencairan akan dilakukan melalui Bank BPD DIY Cabang Bantul karena penerima harus memiliki rekening sehingga rekening penerima dibuatkan oleh bank dan bank akan langsung mentransfer ke rekening penerima. Uang bisa diambil oleh penerima sampai saldo di rekening nol rupiah.
Saat ini baru proses administrasi pembuatan rekening tabungan oleh bank. Setelah itu baru dicairkan kepada penerima. Ia belum mengetahui pasti sejauh mana proses pembuatan buku rekening. Namun ia berharap BLT BBM segera cair pekan ini, “Saat ini bolanya ada di bank, semoga lebih cepat lebih baik,” ucap Gunawan.
Ia berharap BLT BBM tersebut dapat meringankan beban pengeluaran keluarga terutama warga miskin yang terdampak langsung akibat kenaikan harga BBM bersubsidi. Gunawan menambahkan data 3.800 penerima BLT BBM sudah terkunci dan tidak mungkin bertambah lagi.
Sebelumnya Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Helmi Jamharis mengatakan anggaran BLT BBM merupakan tindak lanjut dari Kementerian Keuangan bahwa untuk mengatasi dampak inflasi atas kenaikan harga BBM Bersubsidi Pemerintah Daerah perlu menganggarkan belanja perlindungan sosial. Dari hasil rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) disepakati untuk mengatasi dampak BBM yang dilakukan adalah dengan memberikan BLT dan penciptaan lapangan kerja berupa program padat karya. Untuk BLT nilainya Rp2,28 miliar dan padat karya Rp5,9 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilmuwan menemukan spesies dinosaurus baru berusia 210 juta tahun di Zimbabwe. Temuan ini membuka wawasan baru tentang evolusi dinosaurus awal di Afrika.
Myanmar mengesahkan UU Anti-Penipuan Daring yang mempercepat pembekuan rekening dan menjatuhkan hukuman hingga hukuman mati bagi pelaku.
Sebanyak 287 pelajar mengikuti KAP Kota Jogja 2026. PASI Kota Jogja menargetkan menjadi juara umum POPDA 2029 melalui pembinaan atlet berkelanjutan.
Persebaya Surabaya memastikan tiket semifinal Piala Presiden 2026 usai mengalahkan PSMS Medan 1-0 lewat gol Yuran Fernandes di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bareskrim Polri memetakan sumur minyak rakyat di Blora untuk mendukung peningkatan produksi. Warga juga menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan sumur.