Advertisement

Pelestari Budaya dan Cagar Budaya Diapresiasi

Media Digital
Selasa, 29 November 2022 - 20:07 WIB
Budi Cahyana
Pelestari Budaya dan Cagar Budaya Diapresiasi Podcast Live bertajuk Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan WBCB di Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, Jogja, Selasa (29/11/2022). - Istimewa

Advertisement

JOGJA—Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah ikut melestarikan warisan budaya dan cagar budaya (WBCB).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja Yetti Martanti dalam Podcast Live bertajuk Apresiasi Kelestarian dan Keterawatan WBCB di Jambuluwuk Malioboro Boutique Hotel, Jogja pada Selasa (29/11). Podcast Live ini digelar Harian Jogja bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kota Jogja dan Tim Perimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya (TP2WB).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

"Kami mengapresiasi masyarakat perorangan atau lembaga yayasan yang sangat memahami aturan terkait cara melestarikan.  Pemerintah mengapresiasi dan memberikan penghargaan motivasi langsung kepada mereka," ujar Yetti.

Dalam memberikan penghargaan tersebut melalui seleksi ketat lewat beberapa tahap. Menurut Yetti, Pemerintah Kota Jogja melalui Dinas Kebudayaan akan memberikan penghargaan  kepada nama-nama yang telah berjasa melestarikan warisan budaya dan cagar budaya. 

"Kami punya daftar, ada 50 yang sudah ditetapkan oleh Wali Kota Jogja, kami seleksi kembali dan terpilih 20 cagar budaya yang akan kami berikan penghargaan,  dengan penjurian sesuai indikator, setiap tahun pasti bertambah," kata Yetti.

Sementara, Tim Perimbangan dan Pelestarian Warisan Budaya (TP2WB), Aziz Yon Haryono menyampaikan bahwa jika suatu bangunan sudah ditetapkan sebagai cagar budaya maka cara memperlakukan bangunan juga harus berbeda. "Kadang orang memberikan  laporan terkait dengan bagunan cagar budaya, tetapi pemilik tidak mau ditetapkan sebagai cagar budaya, itu menjadi kendala yang terjadi di lapangan," kata Aziz.

Aziz menyampaikan cagar budaya bukan berarti menjadi milik negara namun juga milik bangsa yang ke depan akan diwariskan kepada generasi penerus.  "Dalam regulasi sudah diatur tentang perawatan idealnya seperti apa. Kalau pembiayaannya itu butuh biaya besar. Kalau tidak bisa membiayai untuk perawatan nanti malah akan membunuh diri sendiri," kata Aziz.

Aziz mengapresiasi upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Jogja dalam memberikan apresiasi kepada masyarakat yang melestarikan WBCB. Ia mengharapkan bahwa cagar budaya tidak hanya dimaknai sebagai peninggalan semata, namun juga suatu yang harus dilestarikan. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Update Covid 5 Februari 2023: Kasus Positif Naik 171, Sembuh 181 & Meninggal 1

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Simak! Ini 10 Gunung Termegah di Dunia

Wisata
| Minggu, 05 Februari 2023, 22:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement