Advertisement

Kualitas & Kuantitas Masih Jadi Kendala Ekspor Produk UMKM DIY

Sunartono
Rabu, 30 November 2022 - 07:47 WIB
Arief Junianto
Kualitas & Kuantitas Masih Jadi Kendala Ekspor Produk UMKM DIY Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi (kedua dari kiri) menunjukkan hasil produk kreatif UMKM bertuliskan Sibaku Jogja. - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Keberlanjutan kualitas dan kuantitas produksi ternyata masih menjadi kendala bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mampu melakukan ekspor.

Dinas Koperasi dan UMKM DIY berusaha memfasilitasi pelaku UMKM berkolaborasi dengan produsen skala besar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan kontinuitas produk, baik menyangkut kualitas dan kuantitas memang masih menjadi kendala tersendiri bagi pelaku UMKM DIY untuk melakukan ekspor.

Oleh karena itu dinasnya mendorong adanya kemitraan antara usaha mikro kecil dengan usaha menengah. Di mana produk usaha mikro kecil dapat menjadi rantai pasok bagi usaha menengah untuk menjawab kontinuitas produk meski pelaku UMKM tidak ekspor secara mandiri.

BACA JUGA : Mantap, Ratusan Produk UMKM DIY Kini Sudah Masuk Hotel

“Salah satunya kami mencoba menghubungkannya UMKM dengan forum mebel dan kerajinan karena mereka sudah terbiasa melakukan ekspor dengan usaha menengahnya. Forum ini kami harapkan bisa membawa potensi UMKM agar produktivitasnya meningkat agar persoalan kontinuitas produk bisa teratasi,” katanya, Selasa (29/11/2022).

Berdasarkan data BPS secara kumulatif, nilai ekspor DIY dari Januari–Agustus 2022 mencapai 401,6 juta dolar AS atau naik 16,85% dibanding periode yang sama tahun 2021. Ekspor pada Agustus 2022 terbesar ke Amerika Serikat yaitu 19,6 juta dolar AS, disusul Jerman dan Australia masing-masing sebesar 3,7 juta dolar AS.

Siwi mengatakan UMKM DIY sebenarnya memiliki potensi ekspor yang besar sehingga perlu ada yang memanajemen secara intens. Instansinya harus menggandeng berbagai pihak terutama pelaku usaha menengah agar terlibat dalam sociopreneur atau melakukan berbagai upaya bisnis untuk mengatasi persoalan yang dihadapi.

“Kami harapkan forum yang di dalamnya pengusaha kerajinan dan mebel ini ikut membantu mengatasi persoalan yang dihadapi UMKM ketika akan ekspor, lewat sociopreneur, pelatihan dan pembinaan,” katanya.

Ketua Forum Mebel Kerajinan dan Seni DIY Jhoni Sahlan menilai Indonesia khususnya DIY memiliki peluang ekspor yang besar tak terkecuali produk UMKM. Jumlah ekspor secara nasional masih di angka 200 juta dolar AS per bulan, angka tersebut lebih kecil dibandingkan Vietnam yang mencapai lima kali lipatnya. Akan tetapi yang selalu menjadi kendala selalu pada kontinuitas produk termasuk kualitas yang kadang tidak konsisten hal ini hampir terjadi di semua daerah.

BACA JUGA : DIY Targetkan Penambahan 86.200 Pelaku Usaha Baru

“Kalau bicara soal desain kita jauh lebih baik daripada negara lain, tetapi kendala kita selalu di kontinuitas produk. Selain itu ada mindset bahwa membuat produk seperti ini sudah laku mengapa harus diubah, padahal butuh inovasi,” katanya.

Ketua Koperasi Formekers Kriya Utama Alex Kurniawan mengatakan dalam rangka mendorong agar UMKM naik kelas mampu melakukan ekspor produk akan digelar Kopiemekers Expo 2022 di Galeria Mall pada Kamis (1/12/2022) hingga Minggu (4/11/2022) mendatang. Event ini bukan sekadar pameran dan mencapai target transaksi, akan tetapi lebih diarahkan upaya bertemunya pelaku UMKM dengan eksportir. Sehingga pelaku UMKM mendapatkan banyak petunjuk dalam rangka menghasilkan kontinuitas produk agar tetap terhada dari sisi kuantitas dan kualitas produknya.

“Jadi yang ikut nanti selain dari produk UMKM juga produk para eksportir. UMKM akan dilibatkan dalam coaching clinic terkait keberlanjutan produk. Ini sebagi bentuk dukungan kami bersama Dinas Koperasi dan UKM untuk membuat UMKM naik kelas dan bisa ekspor,” ujarnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Sempat Tertunda karena Pandemi, Pembangunan Masjid Agung Jateng di Magelang Akhirnya Dimulai

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 09:27 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement