Advertisement

Pejabat DIY Main Ketoprak, Ajak Masyarakat Guyub Bersama Menutup Tahun 2022

Media Digital
Rabu, 30 November 2022 - 18:17 WIB
Bhekti Suryani
Pejabat DIY Main Ketoprak, Ajak Masyarakat Guyub Bersama Menutup Tahun 2022 Ppejabat DIY, akademisi, budayawan, dan masyarakat terlibat dalam pentas ketoprak - Ist

Advertisement

Yogyakarta (30/11/2022)-- Menutup tahun 2022, Pemerintah Daerah DIY menghadirkan Ketoprak Pejabat, yang merupakan pentas kolaborasi pejabat, akademisi, budayawan, dan masyarakat. Ketoprak Pejabat akan dipentaskan secara langsung pada bulan Desember 2022 dengan berlatar panggung terbuka di pusat Kota Yogyakarta dan dapat disaksikan secara gratis.

Dengan mengangkat tema “Crah Agawe Bubrah, Rukun Agawe Santosa”, pentas ketoprak yang digagas Sri Sultan Hamengku Buwono X ini diharapkan mampu menjadi media seni dan sarana berinteraksi serta sarana berkomunikasi antara pejabat dengan masyarakat.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan selain sebagai sarana berinteraksi antara pejabat dan rakyat, pentas ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat dalam mengapresiasi seni. Ngarsa Dalem juga memberikan kebebasan terkait bahasa dialog yang akan digunakan selama pementasan. Bagi Sri Sultan, kesepahaman bahasa yang digunakan dapat meningkatkan interaksi antara pemeran dengan penonton.

“Jangan beranggapan kalau guyon dengan bahasa Indonesia itu salah. Sampun ngantos (jangan sampai) publik hanya karena tidak tahu apa yang ditertawakan. Hal ini tujuannya agar membangun interaksi tidak susah,” ujar Sri Sultan, Senin (28/11) malam saat menyaksikan latihan Ketoprak Pejabat di Aula Bima, Kantor Disbud DIY, Yogyakarta.

Ngarsa Dalem berharap agar pejabat dan pemain yang terlibat dapat menciptakan atmosfer yang nyaman sehingga publik bisa menikmati penampilannya. “Boten sah pekewuh. Coba saja improvisasi, bebas saja karena memang amatir, tidak ada masalah,” pesan Ngarsa Dalem.

Gubernur DIY itu menekankan kembali pentingnya interaksi yang terbangun antara pejabat dan masyarakat. Seni, menurut Sri Sultan, dapat menjadi sarana yang baik untuk bisa menciptakan keakraban. “Yang kita coba bangun itu interaksi dan rutin, yang penting itu. Nggak usah kaku. Mereka pejabat dari TNI Polri perlu partisipasi supaya lebih dikenal publik salah satunya lewat berkesenian, belajar solah bawa, karena berkesenian itu tidak ada salah dan benar. Makanya pejabat yang terlibat, saya terima kasih semoga nantinya malah ingin main lagi,” ujar Ngarsa Dalem.

Sementara, Sutradara Ketoprak Pejabat Bambang Paningron, menuturkan pentas ketoprak tersebut menjadi momentum yang sangat bagus karena melibatkan banyak pejabat publik. “Sehingga bisa memberikan masukan kepada beliau di posisi-posisi strategis, bagi masyarakat dan yang menduduki posisinya diingatkan untuk selalu memelihara kejujuran dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak sewajarnya,” ucapnya.

Anggota Dewan Kebudayaan DIY ini juga menyebut ketoprak merupakan sarana yang tepat untuk mendekatkan pejabat dengan rakyat. “Karena ketoprak adalah seni tradisi yang paling dekat dengan masyarakat. Oleh karenanya, bahasa yang digunakan dalam dialog bisa menggunakan bahasa Indonesia. Pendukung yang terlibat dan bukan etnis jawa, tetap bisa terlibat dalam perumusan naskah dialognya,” ungkapnya.

Ia pun mengamini harapan Ngarsa Dalem bahwa nantinya interaksi antara pejabat dan masyarakat dapat lebih terbangun. “Mungkin tidak terduga bahwa nanti pejabat akan tampil di ruang publik dan bisa diakses bagi siapapun dan melihat merek bermain ketoprak. ini suatu hal yang sangat langka di akhir tahun ini dan semoga masih bisa berlangsung di masa yang akan datang,” tutupnya.

Adapun jalan cerita yang diangkat pada pementasan ketoprak ini terkait dengan kejujuran dan kerukunan. Tema ini dipilih untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengingat sebentar lagi akan terjadi pergantian ke tahun politik menjelang Pilpres 2024. Oleh karenanya, tema mengenai kejujuran dan kerukunan dinilai merupakan tema yang tepat untuk dibawakan sekaligus menjadi sarana edukasi dini tak hanya bagi pemeran, namun juga masyarakat dan seluruh elemen yang terlibat. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ingin Temui Megawati, Surya Paloh: Kita Kasih Kode-Kode Dulu

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement