Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mendapatkan kuota Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) tahun ini sebanyak 510 formasi. Meski demikian Bantul masih mengalami kekurangan pegawai.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bantul, Isa Budi Hartomo mengatakan kuota CASN tahun ini tidak mampu menutupi kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Bantul.
“Tapi setidaknya bisa sedikit menutupi yang pensiun,” katanya, saat dihubungi Rabu (30/11/2022). Isa mengatakan pegawai di lingkungan Pemkab Bantul yang memasuki usia pensiun setiap tahunnya bisa mencapai sekitar 400-500 orang.
“Untuk tahun depan saja yang pensiun mencapai 497 orang,” ujarnya.
Padahal, Isa mengatakan kebutuhan ASN di Bantul seharusnya 11.000an pegawai. Sementara pegawai yang ada saat ini baru sekitar 8.900an atau hampir 9.000 orang. Sehingga masih kekurangan pegawai sekitar 2.000an orang.
Untuk menutupi kekurangan tersebut pihaknya memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang ada. Selain itu juga terpaksa merekrut tenaga harian lepas (THL) di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang jumlahnya sekitar 1.800an.
Sementara itu untuk proses CASN tahun ini semuanya merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK. Totalnya 510 ASN. Rinciannya formasi untuk guru sebanyak 396 orang, tenaga kesehatan 104 orang, dan tenaga teknis sebanyak 10 orang.
Menurut Isa, khusus untuk PPPK formasi tenaga kesehatan sudah dalam proses sanggah. Sementara untuk tenaga pendidikan atau guru, kata dia, sampai saat ini belum ada tindak lanjut petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari Kementerian Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), “Untuk tenaga teknis juga belum ada informasinya,” ujar Isa.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis mengatakan dengan kondisi Bantul kekurangan ASN diharapkan pemerintah pusat bisa membuka formasi CASN seluas-luasnya sesuai kebutuhan daerah. Sebab jumlah formasi yang disediakan pemerintah tidak sebanding dengan jumlah ASN yang pensiun.
BACA JUGA: Sudah Usang, Plafon Ruang Kelas SDN Sendangsari Patuk Ambrol
“Karena pemerintah pusat juga membatasi penerimaan tenaga non ASN, kita berharap pembukaan tenaga untuk CPNS atau PPPK diperluas sesuai dengan kebutuhan daerah,” katanya.
Menurut Helmi, jumlah formasi untuk CASN setiap tahunnya tidak bisa dipastikan jumlahnya dan hampir dipastikan formasi CASN yang dibuka tidak sesuai kebutuhan daerah, sehingga Bantul selalu kekurangan pegawai setiap tahunnya. (Ujang Hasanudin)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Cek jadwal SIM Sleman Juli 2026 lengkap: Satpas, SIM keliling, MPP, dan layanan malam di Sleman City Hall. Simak syarat, biaya, dan tipsnya.
Rangkuman 10 berita terpopuler Harianjogja.com edisi 9 Juli 2026, dari program MBG, investasi, hingga Mandala Krida.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juli 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A dan C.
Bus KSPN Jogja 2026 hadir dengan tarif mulai Rp12.000. Cek jadwal dan rute ke Pantai Drini, Parangtritis, dan Obelix.
SIM Keliling Kulonprogo Juli 2026 hadir dengan layanan siang dan malam. Cek jadwal, lokasi, dan syarat perpanjangan SIM.