Simulasi Bencana di Kepatihan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penyelamatan
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah saling bertabrakan dari arah yang berlawanan, di Jalan Besi-Jangkang, tepatnya di Sembung, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sabtu (3/1/20222) malam.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono, menjelaskan kedua korban meninggal dunia yakni IY, 31, warga Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, yang mengendarai motor Honda CB bernomor polisi AB 6494 YB dan SA, 32, warga Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, yang mengendarai motor Yamaha Xeon bernomor polisi AB 6755 AH.
Ia menceritakan kejadian ini bermula ketika IY mengendarai motornya melaju dari arah barat ke timur, SA melaju dari arah sebaliknya.
“Sesampainya di TKP, kedua kendaraan melaju terlalu ke tengah sehingga terjadi benturan hingga keduanya terjatuh,” ujarnya, Minggu (4/12/2022).
Akibat kecelakaan ini, IY mengalami luka berat pada bagian kepala hingga meninggal di lokasi kejadian, sementara SA juga mengalami luka berat di kepala dan meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Adapun motor keduanya ringsek di bagian depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemda DIY gelar simulasi bencana gempa di Kompleks Kepatihan untuk tingkatkan kesiapsiagaan. ASN dilatih penyelamatan diri dan penanganan darurat di Yogyakarta.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo terbaru 2026 lengkap lokasi dan layanan sore, solusi praktis tanpa antre panjang.
Bus DAMRI Jogja ke Bandara YIA tarif Rp80.000. Cek jadwal terbaru 2026 dan rute lengkap menuju bandara tanpa transit.
SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 hadir hingga desa. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Roket New Glenn milik Blue Origin meledak saat uji coba di Florida. Video detik-detik ledakan viral di media sosial.
Derasnya arus media sosial dan konsumsi video pendek dinilai mulai memengaruhi kemampuan membaca serta daya analitik anak-anak dan remaja.