Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah saling bertabrakan dari arah yang berlawanan, di Jalan Besi-Jangkang, tepatnya di Sembung, Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, Sabtu (3/1/20222) malam.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono, menjelaskan kedua korban meninggal dunia yakni IY, 31, warga Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, yang mengendarai motor Honda CB bernomor polisi AB 6494 YB dan SA, 32, warga Kalurahan Sukoharjo, Kapanewon Ngaglik, yang mengendarai motor Yamaha Xeon bernomor polisi AB 6755 AH.
Ia menceritakan kejadian ini bermula ketika IY mengendarai motornya melaju dari arah barat ke timur, SA melaju dari arah sebaliknya.
“Sesampainya di TKP, kedua kendaraan melaju terlalu ke tengah sehingga terjadi benturan hingga keduanya terjatuh,” ujarnya, Minggu (4/12/2022).
Akibat kecelakaan ini, IY mengalami luka berat pada bagian kepala hingga meninggal di lokasi kejadian, sementara SA juga mengalami luka berat di kepala dan meninggal saat dalam perjalanan ke rumah sakit. Adapun motor keduanya ringsek di bagian depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.
Gelombang tinggi hingga 4 meter melanda pantai selatan Cianjur. BPBD meminta nelayan dan wisatawan menjauhi pantai sementara.
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.