Advertisement

Harga Kedua Komoditas Ini Jadi Perhatian Pemkot Jogja, Bakal Meroket saat Nataru?

Triyo Handoko
Senin, 05 Desember 2022 - 18:37 WIB
Arief Junianto
Harga Kedua Komoditas Ini Jadi Perhatian Pemkot Jogja, Bakal Meroket saat Nataru? Ilustrasi penjual daging ayam. - Harian Jogja/Sirojul Khafid

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pantuan harga bahan pokok di pasaran Jogja menunjukan kestabilan harga. Lonjakan harga masih normal dibawah 10%, tetapi Dinas Perdagangan (Disdag) Jogja mengkhawatirkan dua komoditas yang bisa melonjak drastis pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini.

Kedua komoditas tersebut adalah telur ayam dan daging ayam. Hasil pantauan di pasar tradisional menunjukan harga telur ayam mencapai Rp30.000 per kg, sedangkan daging ayam pada kisaran Rp33.000 per kg. Selain dua komoditas tersebut, Disdag Jogja meyakini harga dan ketersedian bahan pokok lain stabil.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Untuk cabai keriting harganya Rp30.000 per kg, sedangkan bawang merah berkisar Rp23.000 per kg. Disdag Jogja menyebut berbagai program dan upaya mengatasi lonjakan harga sudah dilakukan.

Dari operasi pasar, pemberian subsidi, hingga pengawasan distributor. “Semuanya di tahun ini untuk kota Jogja sudah kami selesaikan programnya. Untuk mengantisipasi lonjakan telur kami bekerjasama dengan provinsi,” kata Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Dinas Perdagangan Jogja, Riswanti pada Senin (5/12/2022).

BACA JUGA: Jogja Terancam Darurat Sampah, Pemkot Kerja Keras Cari Solusi

Riswanti menjelaskan program antisipasi lonjakan harga telur tersebut dengan cara subsidi. “Kami bekerja sama dengan Disdag DIY memberikan subsidi harga telur dengan menurunkan harga sebesar Rp2.000 per kg,” jelasnya.

Model subsidi harga telur tersebut berupa, lanjut Riswanti, kerja sama antara distributor dengan Disdag DIY. “Dari distributor nanti mereka kasih ke [warung] Segoroamarta milik Disdag Jogja, nah nanti penjual telur belinya di Segaramarta yang sudah ada potongan subsidi,” ujarnya.

Langkah lain untuk mengantisipasi lonjakan, sambung Riswanti, dengan pantauan harga secara harian dan evaluasi secara mingguan. “Masih menunggu evaluasi lagi, nanti dievaluasi dirumuskan langkah intervensi pasar apa yang akan dilakukan untuk mengendalikan harga,” katanya.

Salah satu pedagang telur di Pasar Demangan, Pujiastuti menyebut warungnya kulak telur di Segaraamerta. “Kulakan telurnya rutin di sana seminggu sekali ambil 50 kg, karena lebih murah,” ujarnya, Senin siang.

Puji menjelaskan harga telur memang cenderung fluktuatif sejak November kemarin. “Naik turun terus, dari Rp28.000 sampai paling tinggi Rp35.000,” jelasnya.

Program subsidi telur, menurut Puji, membantu kestabilan harga. “Saya berharap masih terus dilanjutkan karena kalau naik turun jualnya juga susah, potongan Rp2.000 juga lumayan buat yang grosiran kayak saya ini,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Catat Rekor, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tertinggi dalam Sewindu

News
| Senin, 06 Februari 2023, 15:27 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement