Advertisement

Desainer Jogja Kebanjiran Orderan Baju Kondangan dari Tamu Pernikahan Kaesang

Abdul Hamied Razak
Jum'at, 09 Desember 2022 - 14:27 WIB
Arief Junianto
Desainer Jogja Kebanjiran Orderan Baju Kondangan dari Tamu Pernikahan Kaesang Desainer Santi Zaidan melakukan fitting baju kebaya salah seorang pelanggannya di Santigalerim, beberapa waktu lalu. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Pernikahan Kaesang-Erina berdampak tidak hanya didunia usaha perhotelan, transportasi dan kuliner. Sejumlah desainer fesyen juga kebanjiran order untuk busana kondangan Kaesang-Erina. 

Desainer Jogja, Anthok Kalarie, mengakui sejak sepekan terakhir dia  banyak menerima banyak pesanan kebaya. Pelanggannya yang datang ke galeri silih berganti. Tidak dari kalangan masyarakat biasa tetapi juga dari pejabat publik. "Ya [milih kebaya] ke sini mau kondangan ke pernikahan Kaesang-Erina. Banyak yang dadakan datang," ujar pemilik Prajan Atelier tersebut, Kamis (9/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Sejak mendengar kabar pernikahan Kaesang-Erina, Anthok sudah memprediksi pesta tersebut akan membawa efek domino bagi perekonomian ke Jogja.

Apalagi, salah satu rangkaian pernikahan anak bungsu Presiden RI Joko Widodo ini akan dilangsungkan di Jogja pada Sabtu (10/12/2022), sementara resepsinya digelar di Solo pada Minggu (11/12/2022).

Insting bisnisnya pun memaksa Anthok untuk menambah bahan kebaya agar saat datang pesanan ia sudah siap melayani pelanggan.

BACA JUGA: Keputusan Impor Beras Berpotensi Malaadministrasi

Kaesang Effect ini berdampak pada peningkatan penjualan kebaya di tempatnya. Meski menerima pesanan mendadak, Anthok tak membebani pelanggannya dengan harga tinggi. Harga normal saja. "Ya sebelumnya, sudah saya prediksi, akan banyak tamu yang datang ke Jogja karena pernikahan Kaesang-Erina ini. Mereka membuat kebaya untuk kondangan," ujarnya. 

Tak hanya Anthok, desainer Santi Zaidan dengan kebaya encimnya juga kebanjiran pesanan. Dia melihat fenomena itu terjadi sepekan terakhir.

Saking paniknya, ada pelanggan yang menghubungi Santi tengah malam untuk bertanya-tanya baju yang cocok dipakai. "Mungkin saking paniknya ya, mau pakai baju apa ya? Tidak cuma cewek, yang cowok juga begitu," ujar Santi.

Pemilik SantiGalery di Jalan Ireda No.60, Keparakan, Mergangsan, Jogja ini pun harus "memaksa" karyawannya untuk lembur demi melayani kepuasan pelanggan.

"Order pakaian kondangan untuk pernikahan Kaesang-Erina baru minggu ini masuk. Jadi banyak yang mendadak pesen untuk kondangan," kata perempuan bernama lengkap Maria Kumalasanti ini.

Beberapa teman Santi, pun ada yang mengirim chat kepadanya baik melalui direct message di akun media sosial maupun aplikasi Whatsapp.

Beberapa kolega Santi juga ada yang berkonsultasi, kira-kira baju yang cocok untuk digunakan. "Kalau enggak ada yang cocok akhirnya saya buatkan bajunya dengan waktu kilat supaya bisa digunakan kondangan. Rata-rata mengenakan kebaya dan rok jarik," katanya.

Di tengan kesibukannya menjadi MC, Santi tetap menangani orderan yang datang dengan senang hati. Jumlah karyawan tidak ditambah, hanya menambah durasi waktu kerja (lembur).

"Tetap ditangani sendiri, jumlah pekerja tidak saya tambah. Karyawan hanya lembur saja karena pesanan mendadak dan mepet," katanya.

Santi mengatakan, konsep busana kebaya yang dibuat SantiGaleri memang sesuai dengan pesanan. Namun, dia belum mengetahui pasti apakah banyaknya pesanan baju kondangan di tempatnya termasuk Kaesang Effect. Alasannya, akhir tahun ini banyak even dan kegiatan wedding di Jogja.

"Tetapi kalau sepekan ini memang banyak orderan express untuk mendatangi pernikahan Kaesang, apalagi Jogja-Solo dekat ya," ujar istri musikus Jogja, Paksi Raras ini.

Baik Anthok maupun Sinta berharap dengan adanya pesta pernikahan Kaesang-Erina tersebut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyatakat baik di Jogja maupun Solo.

"Bisnis fesyen sedang merangkak [menuju normal] setelah dihempas pandemi Covid-19. Ya, sering-sering saja royal wedding digelar di Jogja," usul Anthok. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jasad Pasutri asal Karanganyar Ditemukan Mengapung di Sungai Bengawan

News
| Senin, 30 Januari 2023, 00:27 WIB

Advertisement

alt

Tanggal Tua tapi Pengin Piknik? Bisa kok

Wisata
| Minggu, 29 Januari 2023, 07:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement