Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Ilustrasi Pantai Kukup, Kalurahan Kemadang, Tanjungsari./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Sebanyak 140.000 wisatawan diprediksi akan berlibur ke Gunungkidul saat libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).
Berbagai persiapan dilakukan Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul dari memperbanyak rambu larangan mandi di pantai hingga berkoordinasi dengan pengelola objek wisata.
Dispar Gunungkidul pesimistis terhadap data 7,8 juta wisatawan ke DIY saat nataru. Selain tak ada cuti bersama nasional, momen libur Nataru tahun ini terjadi hanya pada Sabtu dan Minggu.
Kepala Dispar Gunungkidul, Arif Aldian memprediksi 140.000 wisatawan yang akan mengunjungi wilayahnya saat nataru. “Perkiraan tersebut dari pantauan kami dan koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah [OPD],” jelasnya, Kamis (15/12/2022).
BACA JUGA: Aset Gunungkidul Disensus Tahun Depan sgar Aset Pemkab Terawat
Meskipun begitu, Arif tetap berharap jumlahnya saat nataru nanti bisa lebih banyak lagi. “Persipan sudah kami lakukan dari jauh hari, termasuk pengenceran promosi. Persiapan yang tengah dilakukan sekarang lebih ke menjaga keamanan dan keselamatan objek wisata,” katanya.
Diakui Arif, pengamanan terutama dilakukan di kawasan pantai. Hal itu dilakukan dengan memperbanyak rambu larangan mandi di pantai.
“Kondisi cuaca sekarang juga tidak menentu, makanya kami gencarkan itu. Koordinasi dengan berbagai pihak terutama Tim SAR, BPBD, dan kepolisian sudah kami lakukan,” ujarnya.
Koordinasi dengan pengelola wisata, dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Desa Wisata, hingga PHRI sebagai perwakilan pengeola hotel dan restoran dilakukan Dinpar Gunungkidul.
“Soal nuthuk harga saat momen Nataru, sudah kami koordinasikan dengan Pokdarwis dan Desa Wisata supaya kelompoknya tidak melakukan itu karena mereka yang lebih dekat dengan pedagang. Kami jelaskan kalau nuthuk harga wisatawan akan kapok berkunjung dan berdampak buruk ke objek wisata yang mereka kelola,” terangnya.
Itulah sebabnya, Arif menjamin tak ada yang nuthuk harga di objek wisata Gunungkidul. “Itu komitmen bersama baik dari pemerintah maupun masyarakat,” katanya.
Soal juru parkir yang nuthuk harga, lanjut Arif, Dinpar sudah koordinasi dengan Dishub Gunungkidul. “Dishub juga sudah berkoordinasi terhadap pengelola parkir di bawahnya untuk tidak melakukan hal itu. Bisa mencoreng wisata Gunungkidul hal seperti itu,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.
Sapi kurban Presiden Prabowo asal Gunungkidul habiskan biaya pakan Rp80.000 per hari. Sapi simmental itu berbobot lebih dari 1 ton.
Prabowo menghadiri panen raya jagung nasional, groundbreaking gudang pangan Polri, dan peluncuran 166 SPPG pendukung MBG di Tuban.