Advertisement

Begini Cara Cegah Penularan TBC Menurut Zero TB

Anisatul Umah
Kamis, 22 Desember 2022 - 20:47 WIB
Arief Junianto
Begini Cara Cegah Penularan TBC Menurut Zero TB Ilustrasi. - freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Beberapa kabupaten di DIY mencatatkan tingginya kasus tuberkulosis (TBC). Upaya pencegahan bisa dilakukan dengan vaksin dan pengobatan.

Dokter spesialis anak konsultan respirologi, RSUP Dr. Sardjito sekaligus Direktur Zero TB Yogyakarta, dr. Rina Triasih mengatakan pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan vaksin BCG pada bayi. Selain itu diperlukan juga gaya hidup yang bersih dan sehat.

Advertisement

"Ini kalau ada anak yang kontak erat dengan pasien TBC dewasa itu kita bawa ke puskesmas atau ke rumah sakit untuk di skrining," ucapnya kepada Harianjogja.com, Kamis (22/12/2022).

Jika yang kontak erat dinyatakan sakit TBC mestinya dilakukan pengobatan, jika dia tidak sakit TBC maka dilakukan pencegahan dengan obat. "Obat pencegah TBC ini yang masih belum populer di masyarakat. Harus kami sosialisasikan," ujar dia.

BACA JUGA: Dishub Jogja Bakal Gembosi Kendaraan Parkir Sembarangan

Lebih lanjut dia menjelaskan, TBC adalah penyakit menular untuk memutus mata rantainya yakni dengan menemukan pasiennya. Jika sudah ketemu diobati sampai tuntas. "Minum obat pencegahan ini tidak hanya untuk anak, namun juga untuk dewasa. Obatnya sudah ada di puskesmas dan rumah sakit," jelasnya.

Meningkatnya jumlah kasus, kata Rina, bisa jadi karena saat ini sedang digiatkan pencatatan dan pelaporan. Dulu belum banyak kasus-kasus yang ditemukan di masyarakat, kini ada kegiatan penemuan kasus TBC dilakukan melalui mobil rontgen keliling.

"Pasien TBC yang belum berobat atau dia merasa tidak ada gejala belum berobat ini akan jadi sumber penularan, kalau gak ditemukan dan diobati akan buat kasus meningkat."

Namun, masih perlu dipastikan lagi apakah benar meningkat karena skrining atau memang terjadi peningkatan kasus. Dinas kesehatan akan bekerja sama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) akan melihat kondisi objektifnya. "Kami akan melihat apakah kasusnya benar-benar meningkat, atau karena pencatatan pelaporan, atau sebab lain," ungkapnya.

Dalam beberapa pemberitaan disebutkan penularan kasus TBC di Bantul akibat anak sering digendong dan dicium. Rina membenarkan memang penularan melalui percikan air ludah.

Namun bukan berarti setiap anak mendapatkan ciuman menjadi penyebab dari TBC. Karena tidak semua orang menderita TBC. Menurutnya ini perlu diluruskan sehingga tidak membuat masyarakat menjadi risau. "Kalau diciumnya bukan sama orang TBC ya enggak [terjadi penularan]."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Jadwal Pemadaman Listrik, Jumat 27 Januari 2023: Wates dan Wonosari Kena Giliran

News
| Jum'at, 27 Januari 2023, 07:07 WIB

Advertisement

alt

Kemenparekraf Optimistis Jumlah Wisatawan 2023 Naik

Wisata
| Kamis, 26 Januari 2023, 08:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement