Advertisement

Kemenkeu Ajak Perempuan Berdaya Untuk Indonesia Maju di Hari Ibu

Media Digital
Kamis, 22 Desember 2022 - 20:57 WIB
Budi Cahyana
Kemenkeu Ajak Perempuan Berdaya Untuk Indonesia Maju di Hari Ibu Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar Talkshow Hari Ibu bertajuk Perempuan Berdaya Indonesia Maju di Murakabi Craft Tanjungharjo, Nanggulan, Kulonprogo, Kamis (22/12/2022). - Harian Jogja

Advertisement

KULONPROGO—Memperingati Hari Ibu, Kementerian Keuangan Republik Indonesia menggelar Talkshow Hari Ibu bertajuk Perempuan Berdaya Indonesia Maju di Murakabi Craft Tanjungharjo, Nanggulan, Kamis (22/12/2022). Peran perempuan dinilai sangat penting dalam berbagai aspek termasuk pada sektor UMKM.

Talkshow yang diinisiasi Kemenkeu ini menghadirkan keynote speaker Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Staf Ahli Gubenur DIY bidang Sosial Kemasyarakatan, Etty Kumolowati, dengan Welcoming Remark dari Sekretaris Jenderal Kemenkeu, Heru Pambudi dan narasumber Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah, Kepala Cabang LPEI Solo Irwan Prasetiyawan, Akademisi UGM, Nurul Indarti dan pemilik Murakabi Craft, Pargono.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Menteri Keuangan Sri Mulyani yang hadir secara daring menyampaikan perayaan Hari Ibu tidak hanya diperingati dengan sekadar selebrasi namun harus diperingati sebagai upaya untuk memelihara semangat bahkan menciptakan inspirasi baru. Agar perempuan-perempuan terutama generasi perempuan muda, mampu untuk terus berkiprah menyumbangkan yang terbaik di dalam kehidupan. "Baik dalam lingkungan keluarganya, maupun pada masyarakat," terangnya pada Kamis (22/12/2022).

Dilihat peranannya di bidang perekonomian, Sri Mulyani menuturkan perempuan dapat mengambil peranan sebagai tenaga kerja maupun sebagai pelaku ekonomi. "Kalau kita bicara pelaku ekonomi, terutama UMKM yang jumlahnya 64 juta di Indonesia, maka 30 juta UMKM atau 64,5 persen itu perempuan pelakunya," jelasnya.

Sehingga, bila gerakan pemberdayaan UMKM marak diberikan, secara langsung juga memberikan pemberdayaan dan penguatan bagi para perempuan yang berkiprah di UMKM. "Bagaimana negera hadir, dari APBN keuangan negara hadir untuk memberdayakan perempuan maupun UMKM. Kalau dari sisi UMKM, banyak hal yang dilakukan dari sisi keuangan negara yang memang bertujuan untuk terus mendukung dan memperkuat UMKM," tambahnya.

Hal yang sama juga diberikan kepada perempuan. Diterangkan Sri Mulyani dalam APBN sudah ditetapkan budget tagging. Skema ini menandai APBN, anggaran-anggaran yang dikeluarkan dan digunakan oleh seluruh Kementerian atau Lembaga yang memperkuat atau memiliki dimensi penguatan gender. "Yaitu cirinya memberikan peranan dan kesempatan kepada perempuan untuk berkontribusi," lanjutnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga menerangkan bila APBN hadir di dalam memberikan dukungan kepada UMKM secara nyata. Pertama dari sisi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang nilainya bahkan mencapai 380 triliun dengan bunga yang sangat rendah disubsidi oleh pemerintah. "Sebagain besar dari kredit ini dinikmati oleh UMKM yang dimiliki perempuan," ujarnya.

"Yang hari ini hadir di Jogja secara fisik adalah instrumen keuangan negara yang ditempatkan di dalam Pusat Investasi Pemerintah (PIP)," ujarnya.

PIP menjadi coordinated fund dari program pembiayaan Ultra Mikro (UMi). Biasanya program ini diperuntukan bagi perempuan-perempuan dengan kredit yang nilainya sangat kecil yakni di bawah Rp10 juta. "Program ini sudah diluncurkan dan sekarang makin berkolaborasi dengan berbagai unit eselon I lain di Kementerian Keuangan," tuturnya.

Kolaborasi juga dijalin dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Harapannya UMi, tidak hanya bekerja untuk pasar Indonesia, kita ingin bahkan mendorong UKM untuk bisa menembus pasar dunia melalui ekspor. Di sini LPEI memberikan pelatihan.

"Di tahun 2022 ini program pemberdayaan UMKM juga dilakukan oleh Kementerian Keuangan melalui seluruh kantor wilayah Dirjen Perbendaharaan di seluruh provinsi di Indonesia. Kita meningkatkan UMKM dengan branding UMKM Financing Empowerment atau U-Fine," lanjutnya.

Pendampingan diberikan bagi UMKM, UKM terutama perempuan. Pasalnya menurut Sri Mulyani banyak perempuan yang terjun sebagai pelaku ekonomi sering tidak dibekali dengan pengalaman dan pengetahuan menjalin keterampilan yang akan sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya.

Berbagai aktivitas pemberdayaan termasuk akses terhadap permodalan dinilai Sri Mulyani menjadi sangat penting. Di sini lah negara hadir melakukan instrumen keuangan negara maupun melalui substitusi atau lembaga-lembaga yang diberikan penugasan khusus  seperti LPEI untuk mending ekspor, PIP dengan UMi untuk memberikan akses kredit dan pemberdayaan kepada UMKM dan sebagainya.

"Saya berharap dengan coaching program terutama kepada para eksportir perempuan, new eksportir ini akan memperluas basis daya saing Indonesia," tandasnya.

Direktur Utama PIP, Ririn Kadariyah menuturkan bila salah satu tantangan yang ditemui pelaku usaha ialah persoalan permodalan. Salah satu bantuan permodalan yang bisa diakses pelaku usaha adalah KUR. Program ini bisa diakses bagi usaha yang sudah dapat mengakses perbankan.

"Namun di Indonesia itu kita juga sangat banyak, bahkan lebih banyak yang belum bisa mengakses perbankan. Tadi ibu Menteri menyampaikan bahwa pelaku usaha di Indoensia itu ada 64 juta sekian, tapi itu 99 persennya ada di level mikro ternyata," jelasnya.

Di level mikro ini lah sebagian besar belum bisa mengakses pembiayaan perbankan. Oleh karena itu pemerintah dalam hal ini Menteri Keuangan juga menyediakan pinjaman modal untuk pelaku usaha yang belum bisa mengakses perbankan, melalui program pembiayaan Ultra Mikro atau UMi.

Dari 64 juta pelaku usaha sekitar 60 persennya adalah perempuan, akan tetapi diterangkan Ririn bahwa sebagian besar dari persentasi tersebut masih berada di level mikro. "Kami  juga menyiapkan skema yang lebih ramah untuk perempuan. Misalnya begini, dari cara mendapatkan pinjaman itu bisa individual bisa juga dengan grup atau kelompok," ujarnya.

"Dengan kelompok ini ternyata bagi perempuan lebih nyaman. Karena ternyata perempuan itu juga butuh dorongan keberanian. Dengan berkelompok, perempuan ini menjadi lebih berani, disana juga sharing, saling menyemangati," lanjutnya.

Untuk menjawab tantangan yang dihadapi perempuan pelaku usaha, PIP menyiapkan sejumlah skema pembiayaan. keunggulan skema kelompok bagi perempuan model jemput bola yanh dapat memudahkan proses pembiayaan dan pembayaran anggaran. Pemberdayaan pelaku usaha UMi oleh PIP mulai dari pelatihan branding, packaging, online marketing, pendampingan, promosi dan berbagai kegiatan lainnya.

Staf Ahli Gubenur DIY bidang Sosial Kemasyarakatan, Etty Kumolowati menuturkan bila DIY telah merintis konsep Desa Prima yang salah satu unsurnya adalah Desa Perempuan Maju dan Mandiri (Prima) Desa Prima didesain agar memiliki kemampuan untuk meningkatkan partisipasi kaum perempuan terutama melalui peningkatan ekonomi dengan memanfaatkan semua potensi dan pelibatan berbagai peran teknologi UMKM

DIY juga memiliki beberapa potensi berupa aktivitas dan komunitas masyarakat seperti Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia dan Srikandi Kreatif. Komunitas ini dapat berperan penuh dalam pemberdayaan perempuan melalui konsep dari perempuan untuk perempuan. Hal itu masih ditunjang dengan implementasi SiBakul Jogja sebagai plafon pendampingan koperasi dan online shop yang terpadu yang digagas oleh dinas koperasi dan UMKM DIY. "DIY optimis bahwa perempuan semakin berkontribusi terutama dalam upaya pemulihan ekonomi pasca Covid-19," ujarnya. (***)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Simak! Cara Daftar KIP Kuliah 2023

News
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement