Kendala Gawai dan Jaringan Hambat Aktivasi IKD di Gunungkidul
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Seorang pengendara motor sedang melintas di jalan kabupaten di Kalurahan Kemejing yang mengalami kerusakan parah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan kabupaten yang menghubungkan Semin-Ngawen di Kalurahan Kemejing, Semin rusak sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari Pemkab Gunungkidul.
BACA JUGA: Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah
Salah seorang warga di Dusun Kemejing di Kalurahan Kemejing, Miyarti mengatakan, kondisi jalan di depan rumahnya yang menjadi penghubung antara Semin dengan Kalurahan Watusigar, Ngawen rusak. Kerusakan semakin parah akibat dari cuaca ekstrem akhir-akhir ini, alhasiil ada badan jalan yang ambles. Menurutnya, badan jalan yang ambles karena tanah di dekat sungai terkikis karena banjir.
“Jadi kondisinya menjadi tambah parah karena kerusakan sudah terjadi lama,” katanya, Minggu (25/12/2022).
Miyarti mengakui warga yang melintas, khususnya pengguna sepeda motor harus berhati-hati karena kerusakan jalan tersebut.
“Memang belum ada yang kecelakaan, tapi mungkin karena saking rusaknya jadi laju kendaraan pelan-pelan,” katanya.
Warga lainnya, Yamto mengungkapkan, jalan rusak di wilayahnya butuh perbaikan karena sudah lama tidak diperbaiki.
“Kalau lima tahun sudah ada rusaknya. Sekarang malah kondisinya tambah parah karean tidak hanya berlubang, tapi ada yang ambles,” katanya.
Yamto mengungkapkan, di titik yang ambles hanya dilakukan perbaikan seadanya dengan menimbun menggunakan tanah. Pengurukan dilakukan agar jalan lebih rata sehingga bisa dilalui. Selain itu, juga dipasang pagar pembatas di titik yang rawan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
“Akan lebih baik kalau diperbaiki secara permanen. Jadi kami berharap kepada pemerintah agar memperbaikinya,” kata Yamto.
Menurut dia, perbaikan tidak hanya untuk memperlancar aktivitas, tapi juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan.
“Ya kalau jalannya rusak, maka risiko terjatuh akan lebih tinggi,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko belum bisa dikonfirmasi terkait kerusakan di jalan Kemejing-Watusigar, Ngawen. Meski demikian, di beberapa kesempatan ia tidak menampik dari 1.150 panjang jalan kabupaten di Gunungkidul masih banyak yang rusak.
Menurutnya, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap karena kemampuan anggaran milik pemkab yang masih terbatas. Sebagai contoh, di tahun ini dilakukan sejumlah perbaikan jalan seperti di ruas Tambakromo-Semin, ruas Tancep, Ngawen serta di Pacarejo, Semanu.
“Perbaikan memang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
OJK menyebut scam digital mengancam kepercayaan publik. Hingga Juni 2026, IASC menerima lebih dari 608.000 laporan dengan Rp674 miliar berhasil diamankan.
Tim SAR Gabungan menemukan bocah yang terseret ombak di Pantai Gua Cemara dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Bugel, sekitar 13 kilometer dari lokasi kejadi
Kemendikdasmen menyampaikan masukan kepada BGN untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis, termasuk distribusi dan sasaran penerima.
Kemenaker menaikkan Program Magang Nasional Angkatan II menjadi 150.000 peserta pada 2026 dan memperluas akses bagi lulusan profesi dan penyandang disabilitas.
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.