Droping Air Gunungkidul Belum Jalan, Warga Diminta Bersabar
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
Seorang pengendara motor sedang melintas di jalan kabupaten di Kalurahan Kemejing yang mengalami kerusakan parah./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jalan kabupaten yang menghubungkan Semin-Ngawen di Kalurahan Kemejing, Semin rusak sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, hingga kini belum ada upaya perbaikan dari Pemkab Gunungkidul.
BACA JUGA: Sering Dilalui Kendaraan Proyek, Jalan di Gunungkidul Ini Rusak Parah
Salah seorang warga di Dusun Kemejing di Kalurahan Kemejing, Miyarti mengatakan, kondisi jalan di depan rumahnya yang menjadi penghubung antara Semin dengan Kalurahan Watusigar, Ngawen rusak. Kerusakan semakin parah akibat dari cuaca ekstrem akhir-akhir ini, alhasiil ada badan jalan yang ambles. Menurutnya, badan jalan yang ambles karena tanah di dekat sungai terkikis karena banjir.
“Jadi kondisinya menjadi tambah parah karena kerusakan sudah terjadi lama,” katanya, Minggu (25/12/2022).
Miyarti mengakui warga yang melintas, khususnya pengguna sepeda motor harus berhati-hati karena kerusakan jalan tersebut.
“Memang belum ada yang kecelakaan, tapi mungkin karena saking rusaknya jadi laju kendaraan pelan-pelan,” katanya.
Warga lainnya, Yamto mengungkapkan, jalan rusak di wilayahnya butuh perbaikan karena sudah lama tidak diperbaiki.
“Kalau lima tahun sudah ada rusaknya. Sekarang malah kondisinya tambah parah karean tidak hanya berlubang, tapi ada yang ambles,” katanya.
Yamto mengungkapkan, di titik yang ambles hanya dilakukan perbaikan seadanya dengan menimbun menggunakan tanah. Pengurukan dilakukan agar jalan lebih rata sehingga bisa dilalui. Selain itu, juga dipasang pagar pembatas di titik yang rawan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
“Akan lebih baik kalau diperbaiki secara permanen. Jadi kami berharap kepada pemerintah agar memperbaikinya,” kata Yamto.
Menurut dia, perbaikan tidak hanya untuk memperlancar aktivitas, tapi juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan.
“Ya kalau jalannya rusak, maka risiko terjatuh akan lebih tinggi,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko belum bisa dikonfirmasi terkait kerusakan di jalan Kemejing-Watusigar, Ngawen. Meski demikian, di beberapa kesempatan ia tidak menampik dari 1.150 panjang jalan kabupaten di Gunungkidul masih banyak yang rusak.
Menurutnya, upaya perbaikan terus dilakukan secara bertahap karena kemampuan anggaran milik pemkab yang masih terbatas. Sebagai contoh, di tahun ini dilakukan sejumlah perbaikan jalan seperti di ruas Tambakromo-Semin, ruas Tancep, Ngawen serta di Pacarejo, Semanu.
“Perbaikan memang dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program droping air di Gunungkidul belum berjalan meski anggaran siap. Penyaluran baru dimulai Juli–Agustus 2026.
Parade Kendaraan Nir Emisi Digelar, Pemkot Jogja Dorong Percepatan Transportasi Ramah Lingkungan
OJK menjatuhkan denda Rp138,94 miliar kepada 329 pelaku pasar modal hingga Mei 2026. Jumlah investor pasar modal juga naik menjadi 27,75 juta.
KPK mendalami hubungan Rita Widyasari dengan tiga korporasi tersangka kasus gratifikasi batu bara di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Tiga lurah di Depok, Sleman terseret kasus Tanah Kas Desa. Dugaan korupsi TKD menimbulkan kerugian negara hingga miliaran rupiah.
Kecelakaan beruntun di Ngawi melibatkan empat kendaraan. Truk wing box diduga oleng, menabrak motor, mobil, hingga rumah warga di Desa Gemarang.